Sama-sama Dimusuhi Trump, Wali Kota London Sadiq Khan Sambut Kemenangan Zohran Mamdani di New York
Wali Kota London Sadiq Khan yang juga seorang Muslim, menyampaikan "ucapan selamat yang sebesar-besarnya" kepada Zohran Mamdani atas kemenangannya dalam pemilihan wali kota New York, dengan mengatakan bahwa harapan mengalahkan rasa takut.
"Warga New York menghadapi pilihan yang jelas - antara harapan dan rasa takut - dan seperti yang telah kita lihat di London - harapan menang," tulis Khan, yang menjadi wali kota Muslim pertama London pada 2016, di media sosial X.
"Selamat yang sebesar-besarnya kepada Zohran Mamdani atas kampanye bersejarahnya," tambahnya.
Zohran Mamdani, terpilih sebagai Wali Kota New York
Khan, seorang politikus Britania Raya yang menjabat sebagai Wali Kota London sejak 2016 dan anggota parlemen untuk wilayah Tooting semenjak ia terpilih dalam pemilihan umum Britania Raya 2005.
Khan terpilih kembali sebagai Wali Kota London untuk masa jabatan ketiga yang memecahkan rekor pada 2024. Ia adalah anggota Partai Buruh. Secara ideologis, ia merupakan seorang demokrat sosial yang moderat.
Ia merupakan orang non-kulit putih, keturunan Pakistan, dan Muslim pertama di Inggris yang mengemban jabatan sebagai wali kota London.
Kesamaan dengan Zohran Mamdani
Sebagai anggota Partai Buruh, Khan juga memiliki kesamaan ideologi dengan Mamdani, yang dalam pemilihan Selasa terpilih sebagai wali kota Muslim pertama di New York City dan dikenal sebagai seorang sosial demokrat.
Baik Khan maupun Mamdani memiliki akar Asia Selatan. Khan lahir dari imigran Pakistan di Inggris, sementara Mamdani adalah putra dari pembuat film India Mira Nair dan penulis Uganda Mahmood Mamdani yang merupakan keturunan India.
Dilahirkan di Kampala, Mamdani pindah ke New York bersama keluarganya saat berusia tujuh tahun.
Keduanya juga menjadi sasaran kebencian Presiden AS Donald Trump, yang kebijakannya menurut para kritikus telah menyasar komunitas imigran.
Trump menggambarkan Mamdani sebagai seorang "komunis", dan mengatakan Khan telah "melakukan pekerjaan yang buruk", serta menyebutnya "orang jahat", dan bahwa London ingin "menerapkan hukum Syariah" di bawah wali kota saat ini.