Zohran Mamdani Sebut Trump dalam Pidato Kemenangan Wali Kota New York

Trump, New York, Zohran Mamdani, Pidato Kemenangan Wali Kota New York, Zohran Mamdani Sebut Trump dalam Pidato Kemenangan Wali Kota New York, Kemenangan Zohran Mamdani, Visi Kepemimpinan Mamdani untuk New York, Antusiasme Warga Brooklyn dan Kemenangan Moral, Sejarah Baru: Wali Kota Muslim Pertama New York, Latar Belakang dan Karier Politik Zohran Mamdani

Zohran Mamdani berhasil meraih kemenangan dalam pemilihan Wali Kota New York pada Selasa (4/11/2025), dengan perolehan suara mencapai 50,4 persen.

Menurut laporan, bahkan ia diprediksi bisa meraup hingga 60 persen suara berdasarkan hasil yang dihimpun oleh NBC News. 

Politisi muda berusia 34 tahun ini membuat sejarah sebagai wali kota Muslim pertama yang akan memimpin kota terbesar di Amerika Serikat dan juga keturunan Asia Selatan pertama yang menduduki jabatan tersebut. 

Dalam pidato kemenangannya, Mamdani tak segan menanggapi Presiden AS Donald Trump yang kerap menyerangnya selama masa kampanye.

"Jika ada kota yang bisa menunjukkan kepada bangsa yang dikhianati oleh Donald Trump bagaimana cara mengalahkannya, maka itu adalah kota yang melahirkannya," ujar Mamdani di hadapan ribuan pendukung yang bersorak di Brooklyn. 

Dalam kesempatan tersebut, Mamdani juga menantang Trump dengan mengatakan, "Donald Trump, karena saya tahu Anda sedang menonton, saya punya empat kata untuk Anda: keraskan volumenya," yang disambut sorakan meriah dari massa.

Kemenangan Zohran Mamdani

Mamdani menegaskan bahwa kemenangan ini bukan hanya sekedar pergantian kepemimpinan, tetapi sebuah perlawanan terhadap politik ketakutan dan kebencian yang diusung oleh Trump.

"Kita menang bukan karena kebencian, tapi karena harapan. Dan malam ini, New York menunjukkan bahwa cinta lebih kuat daripada ketakutan," ujar Mamdani.

Ia juga menekankan bahwa politik progresif dan inklusif yang ia usung dapat mengalahkan ketakutan dan kebencian yang selama ini menguasai politik AS, dan kemenangan ini menjadi bukti nyata dari kekuatan visi tersebut.

Visi Kepemimpinan Mamdani untuk New York

Dalam pidato kemenangan yang berdurasi hampir 20 menit itu, Mamdani mengungkapkan visinya untuk menjadikan New York sebagai kota yang berpihak pada rakyat biasa, bukan hanya pada gedung pencakar langit dan elit ekonomi.

"Kebesaran kota ini tidak akan lagi diukur dari gedung pencakar langit, tetapi dari seberapa layak hidup warganya," serunya.

Beberapa kebijakan yang dijanjikan Mamdani termasuk penurunan biaya hidup, penerapan transportasi bus gratis, layanan penitipan anak yang terjangkau, dan toko bahan pokok yang dikelola pemerintah kota. 

Dengan janji-janji tersebut, Mamdani berharap bisa memberikan perubahan nyata bagi masyarakat kota New York yang selama ini terpinggirkan oleh kebijakan-kebijakan yang ada.

Antusiasme Warga Brooklyn dan Kemenangan Moral

Kemenangan Mamdani juga mendapat sambutan hangat dari warga Brooklyn. 

Sorak sorai menggema di tempat pemantauan hasil pemilihan yang digelar di sebuah aula konser bersejarah di Brooklyn.

"Zohran menunjukkan kepada dunia bahwa New York tetap menjadi kota yang menolak kebencian dan menegaskan kemanusiaan," ujar Sarah Khan, salah seorang pendukungnya, usai pidato kemenangan.

Sejarah Baru: Wali Kota Muslim Pertama New York

Mamdani menjadi wali kota Muslim pertama dalam sejarah kota New York yang telah berusia lebih dari 400 tahun tersebut. 

Dengan lebih dari 97 persen suara yang telah dihitung, Mamdani meraih 1.030.000 suara atau sekitar 50,4 persen dari total suara sah. 

Angka ini jauh lebih tinggi daripada suara yang diraih rival utamanya, mantan Gubernur New York Andrew Cuomo yang meraih 41,6 persen, dan kandidat dari Partai Republik Curtis Sliwa yang memperoleh 7,1 persen suara.

Latar Belakang dan Karier Politik Zohran Mamdani

Zohran Kwame Mamdani lahir pada 18 Oktober 1991 di Kampala, Uganda, sebelum pindah ke New York bersama keluarganya saat berusia tujuh tahun. 

Ia menempuh pendidikan di Bowdoin College, Maine, dan meraih gelar sarjana di bidang Africana Studies. 

Sebelum terjun ke dunia politik, Mamdani bekerja sebagai konselor perumahan, membantu keluarga berpenghasilan rendah untuk mencegah penggusuran.

Karier politik Mamdani dimulai pada 2020 ketika ia terpilih menjadi anggota Majelis Negara Bagian New York untuk distrik ke-36 yang mencakup wilayah Astoria, Queens. 

Mamdani kemudian mencalonkan diri sebagai wali kota New York pada Oktober 2024 dan berhasil memenangkan pemilu dengan dukungan mayoritas.

Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: dan Pendidikan Zohran Mamdani, Jadi Wali Kota Termuda dan Muslim Pertama di New York. 

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.