Cawalkot Muslim New York Zohran Mamdani Tak Gentar Rivalnya 'Dibackup' Trump, Optimis Menang

Zohran Mamdani, Calon Wali Kota Muslim pertama di New York
Zohran Mamdani, Calon Wali Kota Muslim pertama di New York

Zohran Mamdani, calon Wali Kota New York yang diusung Partai Demokrat, menanggapi secara terbuka ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan memotong Dana Federal jika dirinya terpilih dalam pemilihan Wali Kota New York, pekan ini.

Mamdani yang seorang muslim, pada acara kampanye di Astoria, Queens, Senin, tidak terkejut dengan pernyataan Trump,  sekaligus merespons dukungan Trump secara terbuka kepada rivalnya, Andrew Cuomo, dari Demokrat, yang mencalonkan dari jalur independen.

Ia mengatakan telah mengetahui "selama berbulan-bulan" bahwa Trump akan mendukung Cuomo.

hari terakhir ini, apa yang dirumorkan, apa yang ditakutkan, telah menjadi kenyataan, terang-terangan dan tanpa malu-malu," ujarnya, menurut New York Times

Calon wali kota New York dari Partai Demokrat, Zohran Mamdani

"Penerimaan Andrew Cuomo oleh gerakan Maga mencerminkan pemahaman Donald Trump bahwa dia akan menjadi wali kota terbaik untuknya – bukan wali kota terbaik untuk Kota New York, bukan wali kota terbaik untuk warga New York, tetapi wali kota terbaik untuk Donald Trump dan pemerintahannya," sindir Mamdani

Mamdani tidak ingin melayani ancaman itu dan hanya menganggap sebatas ancaman "Ancaman. Itu bukan hukum."

"Dan terlalu sering, kita memperlakukan segala sesuatu yang keluar dari mulut Donald Trump seolah-olah sudah sah, hanya berdasarkan siapa yang mengatakannya," ungkap Mamdani

Ia kemudian menambahkan: "Pendanaan ini bukan sesuatu yang diberikan Donald Trump kepada kita di New York City. Ini adalah sesuatu yang, pada kenyataannya, menjadi hak kita di New York," tegasnya

Sebelumnya, Trump mengancam tidak akan menggelontorkan Dana Federal ke Kota New York apabila Zohran Mamdani, calon Wali Kota Muslim itu, memenangkan pemilihan wali kota New York pekan ini.

Trump, melalui postingannya di Truth Social, Senin malam, menyerukan kepada para pendukung Partai Republik di kota itu untuk menghentikan Zohran Mamdani, dan mendukung mantan gubernur New York Andrew Cuomo, dari Partai Demokrat. 

"Jika Kandidat Komunis Zohran Mamdani memenangkan Pemilihan Wali Kota New York City, sangat kecil kemungkinan saya akan menyumbangkan Dana Federal, selain jumlah minimum yang diwajibkan, untuk rumah pertama saya tercinta," kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social dilansir The Guardian, Selasa, 4 November 2025.

"Sebagai Presiden, saya tidak ingin mengirimkan uang yang baik setelah uang yang buruk."

Komentar Trump menggemakan komentar yang disiarkan pada hari Minggu selama penampilannya di acara 60 menit CBS, di mana ia berkata: "Akan sulit bagi saya sebagai presiden untuk memberikan banyak uang ke New York, karena jika Anda memiliki komunis yang menjalankan New York, yang Anda lakukan hanyalah membuang-buang uang yang Anda kirim ke sana," 

Postingan Trump menggambarkan suara untuk kandidat wali kota dari Partai Republik Curtis Sliwa sebagai "suara untuk Mamdani" dan menyinggung preferensi untuk kandidat independen, mantan gubernur New York Andrew Cuomo.

"Saya lebih suka melihat seorang Demokrat, yang memiliki Rekam Jejak Kesuksesan, MENANG, daripada seorang Komunis tanpa pengalaman dan memiliki Rekam Jejak KEGAGALAN TOTAL," tulis Trump.

Sementara Cuomo, yang telah menjadi penganut Demokrat sepanjang hidupnya, mencalonkan diri dalam pemilihan wali kota tahun ini sebagai calon independen untuk menghindari pemilihan pendahuluan Demokrat.

"Sekarang giliran Partai Republik, dan saya harap mereka mendengarkan presiden," tegasnya

Dalam wawancara di Fox News sebelumnya, Cuomo berkata: "Kita butuh wali kota yang mampu melawan Donald Trump." Namun, Ia mengulangi ancaman Trump untuk menghentikan pendanaan kota dan mengerahkan Garda Nasional ke New York. "Trump akan menembus Mamdani seperti pisau panas menembus mentega," kata Cuomo.

Jajak pendapat terbaru menunjukkan Mamdani unggul setidaknya 10 poin atas kedua lawannya. Jajak pendapat Atlas Intel yang berakhir 30 Oktober menunjukkan Mamdani unggul dengan 41% dukungan, dibandingkan dengan Cuomo dengan 34% dukungan dan Sliwa dengan 24%.