Trump Ancam Potong Dana Federal ke New York Jika Calon Wali Kota Muslim Menang
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam tidak akan menggelontorkan Dana Federal ke Kota New York apabila Zohran Mamdani, calon Wali Kota Muslim itu, memenangkan pemilihan wali kota New York pekan ini.
Trump, melalui postingannya di Truth Social, Senin malam, menyerukan kepada para pendukung Partai Republik di kota itu untuk menghentikan Zohran Mamdani, dan mendukung mantan gubernur New York Andrew Cuomo, dari Partai Demokrat.
"Jika Kandidat Komunis Zohran Mamdani memenangkan Pemilihan Wali Kota New York City, sangat kecil kemungkinan saya akan menyumbangkan Dana Federal, selain jumlah minimum yang diwajibkan, untuk rumah pertama saya tercinta," kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social dilansir The Guardian, Selasa, 4 November 2025.
"Sebagai Presiden, saya tidak ingin mengirimkan uang yang baik setelah uang yang buruk."
Calon wali kota New York dari Partai Demokrat, Zohran Mamdani
Komentar Trump menggemakan komentar yang disiarkan pada hari Minggu selama penampilannya di acara 60 menit CBS, di mana ia berkata: "Akan sulit bagi saya sebagai presiden untuk memberikan banyak uang ke New York, karena jika Anda memiliki komunis yang menjalankan New York, yang Anda lakukan hanyalah membuang-buang uang yang Anda kirim ke sana,"
Presiden tidak secara langsung menentukan berapa banyak uang yang diterima kota mana pun dari pemerintah federal, sebab penganggaran dana merupakan fungsi konstitusional Kongres.
Pemerintahan Trump nampaknya serius mewujudkan ancaman ini, bahkan sebelum penghitungan suara selesai. Gedung Putih mulai berdebat dengan negara bagian mengenai rencana New York untuk menerapkan tarif kemacetan lalu lintas mobil awal tahun ini, yang diulas ulang oleh Trump dalam unggahan terpisah di Truth Social pada Senin malam.
Gedung Putih menahan $18 miliar untuk proyek terowongan saat penutupan pemerintah dimulai. Seorang hakim federal memerintahkan pemerintah federal untuk membatalkan pencabutan dana kontraterorisme sebesar sekitar $34 juta untuk Kota New York, dengan menyatakan langkah tersebut sebagai "sewenang-wenang, tidak masuk akal, dan pelanggaran hukum yang nyata".
Postingan Trump menggambarkan suara untuk kandidat wali kota dari Partai Republik Curtis Sliwa sebagai "suara untuk Mamdani" dan menyinggung preferensi untuk kandidat independen, mantan gubernur New York Andrew Cuomo.
"Saya lebih suka melihat seorang Demokrat, yang memiliki Rekam Jejak Kesuksesan, MENANG, daripada seorang Komunis tanpa pengalaman dan memiliki Rekam Jejak KEGAGALAN TOTAL," tulis Trump.
Cuomo, yang telah menjadi penganut Demokrat sepanjang hidupnya, mencalonkan diri dalam pemilihan wali kota tahun ini sebagai calon independen untuk menghindari pemilihan pendahuluan Demokrat.
"Sekarang giliran Partai Republik, dan saya harap mereka mendengarkan presiden," tegasnya
Dalam wawancara di Fox News kemudian, Cuomo berkata: "Kita butuh wali kota yang mampu melawan Donald Trump." Ia mengulangi ancaman Trump untuk menghentikan pendanaan kota dan mengerahkan Garda Nasional. "Trump akan menembus Mamdani seperti pisau panas menembus mentega," kata Cuomo.
Kemudian pada hari Senin, Mamdani menanggapi secara terbuka pernyataan Trump pada acara kampanye di Astoria, Queens, dengan mengatakan bahwa ia telah mengetahui "selama berbulan-bulan" bahwa Trump akan mendukung Cuomo.
"Di hari-hari terakhir ini, apa yang dirumorkan, apa yang ditakutkan, telah menjadi kenyataan, terang-terangan dan tanpa malu-malu," ujarnya, menurut New York Times
"Penerimaan Andrew Cuomo oleh gerakan Maga mencerminkan pemahaman Donald Trump bahwa dia akan menjadi wali kota terbaik untuknya – bukan wali kota terbaik untuk Kota New York, bukan wali kota terbaik untuk warga New York, tetapi wali kota terbaik untuk Donald Trump dan pemerintahannya," sindir Mamdani
Mamdani tidak ingin melayani ancaman itu dan hanya menganggap sebatas ancaman "Ancaman. Itu bukan hukum."
"Dan terlalu sering, kita memperlakukan segala sesuatu yang keluar dari mulut Donald Trump seolah-olah sudah sah, hanya berdasarkan siapa yang mengatakannya," tegasnya
Ia kemudian menambahkan: "Pendanaan ini bukan sesuatu yang diberikan Donald Trump kepada kita di New York City. Ini adalah sesuatu yang, pada kenyataannya, menjadi hak kita di New York,"
Jajak pendapat terbaru menunjukkan Mamdani unggul setidaknya 10 poin atas kedua lawannya. Jajak pendapat Atlas Intel yang berakhir 30 Oktober menunjukkan Mamdani unggul dengan 41% dukungan, dibandingkan dengan Cuomo dengan 34% dukungan dan Sliwa dengan 24%.