Mantan Penerjemah Shin Tae-yong Bocorkan Rahasia: STY Ditawari Negara Calon Peserta Piala Dunia 2026
Rumor kembalinya Shin Tae-yong untuk melatih Timnas Indonesia kembali mencuat setelah PSSI resmi memutus kontrak Patrick Kluivert pada pertengahan Oktober 2025. Namun di balik kabar tersebut, muncul pengakuan mengejutkan dari mantan penerjemah Shin Tae-yong, Jeong Seok-seo atau Jeje, yang membocorkan fakta bahwa sang pelatih sempat ditawari posisi oleh salah satu negara calon peserta Piala Dunia 2026.
Pemutusan kontrak Kluivert dilakukan lebih cepat dari rencana awal yang seharusnya berakhir pada 2027, menyusul hasil buruk skuad Garuda di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa hingga kini federasi belum membuka proses pencarian pelatih baru.
Meski posisi pelatih kepala kosong, suara publik agar Shin Tae-yong kembali menahkodai Timnas Indonesia semakin keras terdengar, PSSI desakan agar kembali memanggil pelatih asal Korea Selatan itu. Namun, menurut Jeje, Shin Tae-yong sejatinya tidak kekurangan tawaran setelah dipecat dari Timnas Indonesia pada Januari 2025.
Dalam sebuah podcast di kanal YouTube Goal Media, Jeje mengungkap bahwa sang pelatih sempat didekati oleh sejumlah negara, termasuk dari kawasan Timur Tengah.
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY) kaget
“Ada beberapa negara yang mendekati (Shin Tae-yong, setelah dipecat Timnas Indonesia). Negaranya dari Timur Tengah,” kata Jeje.
Ia bahkan menyebut negara tersebut punya peluang besar untuk tampil di Piala Dunia 2026.
“Tim ini merupakan tim yang dalam posisi baik. Tim (yang mengincar Shin Tae-yong) ada yang main di babak keempat (Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia), tapi ada juga yang langsung lolos ke Piala Dunia,” lanjutnya.
Namun, tawaran-tawaran itu ternyata ditolak oleh Shin Tae-yong. Menurut Jeje, ada alasan khusus di balik keputusan tersebut yang berkaitan dengan kompensasi pemecatan dari PSSI.
“Ada beberapa hal mungkin (kenapa Shin Tae-yong tidak menerima tawaran). Kalau yang saya baca karena kompensasi pemecatan (dari PSSI). Sampai lunas, coach Shin Tae-yong tidak boleh kerja. Boleh kerja, tapi gaji dikurangi,” jelas Jeje.
Setelah didepak dari Timnas Indonesia, Shin Tae-yong sempat melatih klub Korea Selatan, Ulsan HD. Namun, masa baktinya hanya berlangsung selama dua bulan sebelum dipecat. Dalam konferensi pers usai pemecatan itu, ia sempat menepis rumor mengenai dirinya yang disebut-sebut akan kembali ke Timnas Indonesia.
“Saya ingin menegaskan bahwa rumor terbaru tentang penunjukan kembali saya sebagai pelatih Timnas Indonesia sepenuhnya salah,” ujar Shin Tae-yong.
Kendati demikian, kabar soal kembalinya Shin Tae-yong masih ramai diperbincangkan publik. Penasihat Klub Semen Padang FC, Andre Rosiade, bahkan mengklaim bahwa 10 anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI telah setuju untuk kembali menunjuk STY sebagai pelatih Garuda.
Pernyataan itu langsung dibantah oleh Anggota Exco PSSI, Endri Erawan. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan belum ada keputusan resmi dari federasi.
“Terkait kabar yang beredar bahwa 10 anggota Exco PSSI setuju Shin Tae-yong akan melatih timnas Indonesia itu dipastikan tidak benar,” kata Endri dikutip VIVA.co.id
Endri juga memastikan, proses pemilihan pelatih kepala Timnas Indonesia akan dilakukan sesuai mekanisme yang transparan dan diumumkan secara terbuka.
“Eksekutif Komite PSSI belum menentukan siapa pelatih Timnas Indonesia. Tentunya butuh waktu dan akan diumumkan secara resmi oleh PSSI,” ujarnya menambahkan.