Trump Perintahkan AS Uji Coba Senjata Nuklir, Rusia: Kami Juga Akan Melakukannya!

VIVA Militer: Rudal balistik nuklir militer Rusia
VIVA Militer: Rudal balistik nuklir militer Rusia

Rusia merespons rencana Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang mengatakan akan melakukan uji coba nuklir. Menurut Kepala Dewan Keamanan Rusia, Sergey Shoygu, Kremlin akan melakukan uji coba nuklir jika negara lain melakukannya. 

Dia menyatakan hal itu sehari setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan militer Amerika Serikat untuk memulai lagi proses pengujian senjata nuklir setelah 33 tahun dihentikan. 

"Presiden Rusia Vladimir Vladimirovich Putin, panglima tertinggi, telah menanggapi hal ini. Jika mereka mulai melakukan uji coba, tentu saja kami akan melakukan hal yang sama," kata Shoigu kepada para wartawan di Moskow pada Jumat, 31 Oktober 2025. 

"Saya lihat tak ada hal yang baru di sini; ini adalah respons yang wajar. Jika mereka tidak melakukannya, kami juga tidak akan melakukannya," kata dia. 

Di Truth Social pada Kamis, Trump mengatakan telah memerintahkan Departemen Pertahanan untuk segera memulai uji coba senjata nuklir. 

"Proses itu akan segera dimulai," kata dia. 

Sebelumnya, Moskow mengatakan bahwa Rusia, telah menguji rudal jelajah dan torpedo otonom (drone) bertenaga nuklir, belum melakukan pengujian senjata nuklir yang sebenarnya. 

Drone Poseidon Bertenaga Nuklir Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin, Rabu, 29 Oktober 2025, mengumumkan bahwa drone Poseidon bertenaga nuklir telah berhasil diuji pekan ini. 

Berbicara dalam pertemuan dengan tentara yang terluka di Rumah Sakit Mandryka Moskow, Putin mengatakan bahwa "untuk pertama kalinya, peluncuran mesin bertenaga nuklir" untuk sistem drone torpedo bawah air berhasil dilakukan. 

"Uji coba itu sukses besar," ujar kepala negara Rusia itu. 

Putin menambahkan bahwa perangkat tersebut mustahil untuk dicegat dan "dalam hal kecepatan dan kedalaman, tidak ada bandingannya di dunia," kata Putin. 

"Tidak ada yang seperti ini dalam hal kecepatan dan kedalaman pergerakan kendaraan tak berawak ini di dunia, dan sepertinya tidak akan ada metode intersepsi dalam waktu dekat," ujarnya. 

Dia juga menegaskan bahwa kekuatan Poseidon secara signifikan melebihi rudal berat Rusia, Sarmat, yang dianggap sebagai rudal nuklir terkuat di dunia. 

"Kekuatan Poseidon jauh melampaui kekuatan rudal jarak antarbenua Sarmat kita yang paling menjanjikan. Belum ada Satmat di dunia, dan rudal itu belum digunakan di sini--(Sarmat) akan segera digunakan," kata Putin. 

Putin menggambarkan drone tersebut sebagai "ukuran minimal", dan menyatakan ukurannya "seratus kali lebih kecil daripada reaktor nuklir di kapal selam." 

Dia berjanji bahwa para ilmuwan Rusia akan terus mengembangkan sistem persenjataan baru untuk mengurangi korban jiwa di medan perang.