Andre Rosiade: Kluivert Silahkan Mundur Usai Gagal ke Piala Dunia
Pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert, seharusnya segera mundur usai tidak berhasil membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Hal tersebut dikatakan oleh politisi yang juga menjadi penasihat Semen Padang, Andre Rosiade.
Timnas Merah Putih mengalami dua kekalahan berturut-turut dalam ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang berlangsung di King Abdullah Sports City, Jeddah.
Timnas Indonesia takluk 2-3 dari Arab Saudi di laga pertama pada Kamis (9/10/2025) dini hari WIB.
Di laga kedua, mereka kalah 0-1 dari Irak pada Minggu (12/10/2025) dini hari WIB.
Pencapaian Kluivert jelas mengecewakan 286 juta rakyat Indonesia yang punya harapan tinggi skuad Garuda bisa tampil di pentas dunia dengan bantuan pemain-pemain diaspora dari Eropa.
Andre Rosiade mengaku menghargai usaha para pemain di lapangan, tetapi meminta agar Kluivert segera mundur dari posisinya sebagai pelatih.
"Terima Kasih atas Perjuangan Timnas Garuda. Silahkan Kluivert DKK segera Mengundurkan Diri atas Kegagalannya," tulis Andre Rosiade di akun Instagramnya.
Rosiade juga menunjukkan ketidakpuasan terhadap sikap tim pelatih yang tidak mendukung pemain saat meminta maaf kepada suporter setelah pertandingan.
"Di saat Pemain Berkeliling Lapangan menemui Suporter, Rombongan Pelatih Belanda hanya diam menonton dari bangku cadangan," ungkapnya.
Kluivert Tak Bisa Dipertahankan
Dia menegaskan pentingnya PSSI untuk segera memecat tim pelatih yang dipimpin Kluivert.
"Apalagi yang perlu dipertahankan lagi dari Rombongan Pelatih Belanda ini. PECAT KLUIVERT DKK!!!!!!," tutupnya.
Selama 700 hari lebih, Timnas Indonesia berjuang untuk mendapatkan tempat di Piala Dunia 2026.
Skuad Garuda adalah satu-satunya tim yang memulai perjalanan ke ronde keempat sejak tahap pertama kualifikasi.
Mereka berhasil mengalahkan Brunei Darussalam dan bersaing melawan Vietnam, Irak, serta Filipina untuk mencapai ronde ketiga di mana skuad Garuda membuat sejarah sebagai tim Asia Tenggara dengan perolehan poin tertinggi sepanjang masa di babak tersebut.
Namun, hasil-hasil positif tersebut tidak dapat diteruskan oleh Patrick Kluivert di rintangan terakhir ini.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.