Kontroversi Wasit Kualifikasi Piala Dunia: Queiroz Kritik Keputusan yang Untungkan Qatar
Pelatih tim nasional Oman, Carlos Queiroz, melontarkan kritik keras atas kontroversi wasit dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Menurut Queiroz, wasit membuat keputusan keliru saat menangani insiden tekel keras pemain Qatar, Mohammad Al Mannai, terhadap Jameel Al Yahmadi.
Insien ini terjadi dalam laga Grup A antara Oman vs Qatar di Stadion Jassim bin Hamad, Rabu (8/10/2025).
Akibat tekel tersebut, Al Yahmadi mengalami cedera parah dan harus dibawa ke rumah sakit.
“Menit ke-28. Sebuah tekel brutal dari pemain Qatar terhadap Jameel Al Yahmadi. TIDAK KARTU MERAH."
"Konsekuensinya, kami kehilangan salah satu pemain terbaik untuk sisa pertandingan dan seluruh babak kualifikasi,” tulis Queiroz di akun media sosialnya.
Wasit hanya memberikan kartu kuning kepada Al Mannai tanpa tinjauan VAR.
Keputusan ini dianggap sangat merugikan Oman karena Al Yahmadi diperkirakan absen hingga satu tahun.
Protes terhadap VAR dan Perlakuan Tidak Adil
Momen perebutan bola dalam laga Grup A ronde empat Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Oman vs Qatar di Stadion Jassim bin Hamad, Rabu (8/10/2025).
Dalam unggahan lanjutan, Queiroz menyoroti ketidakkonsistenan perangkat pertandingan.
Ia menyebut tidak adanya intervensi VAR sebagai bentuk ketidakadilan bagi timnya.
“Wasit hanya memberikan kartu kuning. VAR tidak mengambil tindakan apa pun. Semua pemain tersebut akan kembali bermain di pertandingan berikutnya, kebal hukum!” tulisnya.
Pelatih asal Portugal itu menegaskan bahwa keputusan tersebut merusak semangat fair play di ajang kualifikasi.
Meski begitu, ia berharap sepak bola Asia tetap berjalan dengan integritas dan profesionalitas.
Kritik Qatar sebagai Tuan Rumah
Sebelum pertandingan, Queiroz juga sudah menyinggung keputusan AFC menunjuk Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Ia mempertanyakan alasan tidak digunakannya lokasi netral untuk menghindari keuntungan bagi tim tertentu.
“Apakah ada stadion di Jepang atau Kuwait di mana kita bisa bermain? Mungkin orang-orang yang merancang ini memiliki perspektif yang berbeda tentang sepak bola,” ujar Queiroz.
Menurutnya, penjadwalan pertandingan memberi keuntungan besar bagi Qatar dibanding Oman maupun Uni Emirat Arab.
Kritik ini menambah daftar panjang keluhan Queiroz terhadap sistem dan penyelenggaraan babak kualifikasi.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.