AS Larang Ofisial Iran Hadir di Drawing Piala Dunia 2026
Tuan rumah bersama Piala Dunia 2026, Amerika Serikat, mengeluarkan larangan bagi Iran untuk ikut serta dalam proses pengundian fase grup turnamen yang akan dilakukan pada 5 Desember 2025.
Pelarangan ini menjadi sorotan karena kebalikan dengan perlakuan terhadap Israel, yang telah dijamin oleh Amerika Serikat untuk berpartisipasi dalam turnamen tersebut meskipun status kelolosannya masih belum pasti.
Timnas Israel saat ini tengah menjadi fokus perhatian setelah adanya seruan dari pakar PBB yang meminta FIFA untuk memberikan sanksi terhadap mereka menyusul penemuan dari Komisi PBB bahwa Israel telah melakukan genosida di Gaza.
“Olahraga harus menolak persepsi bahwa semuanya berjalan seperti biasa,” ungkap pernyataan dari para pakar PBB, seperti yang dilansir dari CBS Sport.
“Badan-badan olahraga tidak boleh menutup mata terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang serius, terutama ketika platform mereka digunakan untuk menormalisasi ketidakadilan,” lanjut pernyataan itu.
"Tim nasional yang mewakili negara-negara yang telah melakukan pelanggaran HAM berat bisa dan seharusnya diskorsing seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
Amerika Serikat justru tetap memberikan dukungan kepada Israel untuk tampil di Piala Dunia 2026, meskipun terdapat penolakan dari berbagai pihak.
Di sisi lain, Amerika Serikat justru melarang Iran, yang telah memastikan diri untuk tampil di Piala Dunia 2026 lewat jalur kualifikasi, untuk hadir dalam proses pengundian tersebut.
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) mengklaim bahwa larangan ini terkait dengan keputusan Presiden Donald Trump yang telah memasukkan Iran dalam daftar negara yang warganya dilarang masuk ke Amerika Serikat.
Dampak kepada Ofisial Timnas Iran
Presiden Trump menilai Iran sebagai sumber terorisme signifikan di seluruh dunia, meskipun negara Timur Tengah ini membantah tuduhan tersebut.
Larangan ini berdampak pada sembilan ofisial Timnas Iran, termasuk pelatih Amir Ghalenoei dan Presiden FFIRI, Mehdi Taj, yang tidak dapat menghadiri acara pengundian karena visa mereka masuk ke AS ditolak, per laporan dari Tehran Times.
Para pemain Iran berpose menjelang pertandingan sepak bola Grup A Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia antara Iran vs Korea Utara di Azadi Sports Complex di Teheran pada 10 Juni 2025. (Photo by ATTA KENARE / AFP)
Selain itu, ada kekhawatiran bahwa suporter Iran tidak akan dapat mendukung tim mereka di Piala Dunia 2026 jika larangan ini tetap berlaku.
FIFA hingga saat ini belum memberikan komentar resmi mengenai larangan yang diterapkan oleh Amerika Serikat terhadap Iran.
Organisasi sepak bola dunia ini juga belum mengambil keputusan terkait Israel yang terus didesak untuk dikenakan sanksi.
Sejauh ini, FIFA telah menolak usulan dari Amerika Serikat untuk melarang Iran berkompetisi di Piala Dunia 2026.
“Peluang FIFA untuk melarang negara yang lolos berdasarkan prestasi sangat kecil, karena larangan biasanya berlaku untuk negara yang sudah didiskualifikasi,” jelas seorang sumber, menurut Scoop.
"Kami telah menerima jaminan dari ketiga pemerintah (AS, Kanada, Meksiko) bahwa tim-tim yang lolos akan diizinkan untuk datang dan berpartisipasi (di Piala Dunia 2026)," tulis pernyataan Presiden CONCACAF, Victor Montagliani, yang juga berperan sebagai Wakil Presiden FIFA.
FIFA menganggap bahwa larangan ini bukanlah suatu masalah, mengingat Timnas Iran pernah bertanding melawan Amerika Serikat pada Piala Dunia 1998 di Prancis.