Apakah Bawang Bertunas Aman Dimakan? Ini Penjelasan Ahli

bawang, Bawang bertunas, bawang bertunas boleh dimakan, bawang bertunas apakah boleh dimakan, Apakah Bawang Bertunas Aman Dimakan? Ini Penjelasan Ahli, Mengapa bawang bisa bertunas?, Apakah bawang bertunas aman dimakan?, Cara mencegah bawang bertunas, Kesimpulan

Bawang merupakan salah satu bahan dapur paling penting yang hampir selalu hadir dalam masakan sehari-hari.

Aromanya yang harum dan cita rasanya yang khas menjadikannya dasar pembentuk rasa dalam berbagai hidangan.

Dari ditumis perlahan hingga dikaramelisasi, diasamkan dalam acar, hingga digoreng renyah sebagai taburan, bawang punya peran besar dalam memperkaya rasa makanan.

Selain serbaguna, bawang juga dikenal sebagai sayuran yang tahan lama. Dengan penyimpanan yang tepat, beberapa jenis bawang bisa bertahan hingga berbulan-bulan.

Namun, sering kali kita mendapati bawang yang sudah mulai bertunas. Pertanyaannya, apakah bawang bertunas masih aman untuk dikonsumsi?

Mengapa bawang bisa bertunas?

Menurut ahli gizi kuliner Laura M. Ali, MS, RDN, proses bertunas adalah bagian alami dari siklus hidup bawang.

"Tunas muncul ketika bawang disimpan di tempat yang hangat, lembap, atau terkena cahaya," ujar dia dilansir dari Delish (21/5/2025).

Kondisi ini memberi sinyal bahwa saatnya bawang “tumbuh kembali”, mirip seperti umbi bunga yang mulai hidup setelah terkena kelembapan dan cahaya.

Apakah bawang bertunas aman dimakan?

Berbeda dengan kentang yang tunasnya bisa beracun, semua bagian dari bawang, termasuk tunas hijaunya, aman untuk dikonsumsi.

bawang, Bawang bertunas, bawang bertunas boleh dimakan, bawang bertunas apakah boleh dimakan, Apakah Bawang Bertunas Aman Dimakan? Ini Penjelasan Ahli, Mengapa bawang bisa bertunas?, Apakah bawang bertunas aman dimakan?, Cara mencegah bawang bertunas, Kesimpulan

Bawang putih bertunas tetap aman dikonsumsi. Kamu bisa membuang tunasnya atau menggunakannya untuk memasak.

Bahkan, tunas bawang memiliki rasa mirip dengan daun bawang atau scallion. Kamu bisa memotong dan menambahkannya ke dalam masakan.

Meski begitu, ada hal yang perlu diperhatikan. Saat bertunas, bawang menggunakan cadangan gula yang tersimpan untuk proses pertumbuhan.

Hal ini membuat rasa bawang menjadi kurang manis dan cenderung lebih pahit. Karena itu, bawang bertunas lebih cocok diolah bersama bahan lain dalam masakan, dan sebaiknya dihindari untuk digunakan dalam kondisi mentah.

Namun, jika bawang sudah lembek, mengeluarkan cairan, atau berjamur, sebaiknya segera dibuang karena menandakan bawang sudah tidak layak konsumsi.

Cara mencegah bawang bertunas

Agar bawang tidak cepat bertunas, kuncinya ada pada cara penyimpanan. Faktor utama yang perlu diperhatikan adalah kelembapan, cahaya, dan suhu.

  • Simpan bawang di tempat kering, sejuk, dan gelap.
  • Hindari area yang lembap atau terkena sinar matahari langsung.
  • Di daerah bersuhu rendah dengan kelembapan rendah, bawang bisa disimpan di dapur atau lemari.
  • Jika tinggal di daerah lembap atau saat musim panas, lebih baik simpan bawang di kulkas untuk memperlambat proses pertumbuhan tunas.

Kesimpulan

Bawang bertunas tetap aman dimakan dan bahkan tunas hijaunya bisa dimanfaatkan sebagai bahan masakan. Hanya saja, rasanya mungkin tidak lagi manis dan cenderung lebih pahit.

Untuk mencegahnya, simpan bawang dengan benar sesuai kondisi lingkungan rumah. Dengan begitu, bawang tetap segar dan bisa menjadi bintang penyedap alami di setiap hidangan.