Bawang Putih Bertunas, Benarkah Berbahaya atau Justru Lebih Sehat?
Mungkin kamu pernah menemukan bawang putih di dapur yang sudah mengeluarkan tunas hijau kecil.
Biasanya, reaksi pertama kita adalah ragu: "Dibuang nggak ya? Beracun nggak sih?"
Banyak dari kita yang terbiasa membuang bahan makanan yang sudah bertunas karena takut akan risiko kesehatan.
Namun, melansir dari ulasan di laman Real Simple, ternyata kamu tidak perlu buru-buru membuang bawang putih tersebut ke tempat sampah.
Jawabannya mungkin akan mengejutkanmu: bawang putih bertunas sangat aman untuk dikonsumsi!
Berikut adalah fakta-fakta menarik mengenai fenomena bawang putih bertunas yang perlu kamu ketahui.
Apakah Aman Dikonsumsi?
Menurut ulasan di Real Simple, bawang putih yang bertunas sama sekali tidak berbahaya.
Berbeda dengan kentang bertunas yang bisa mengandung senyawa solanin (yang bisa beracun dalam jumlah besar), tunas pada bawang putih hanyalah pertumbuhan alami dari tanaman yang sedang berusaha tumbuh kembali.
Meskipun aman, ada satu hal yang akan berubah, yaitu rasanya. Tunas hijau di tengah siung bawang putih cenderung memiliki rasa yang lebih pahit dan tajam dibandingkan bawang putih segar.
Jika kamu sedang membuat masakan dengan rasa yang lembut, rasa pahit ini mungkin akan sedikit terasa.
Kejutan Nutrisi: Justru Lebih Sehat?
Siapa sangka, di balik rasa pahitnya, bawang putih bertunas menyimpan manfaat kesehatan yang luar biasa.
Berdasarkan studi yang dikutip oleh Real Simple, bawang putih yang telah bertunas selama sekitar lima hari justru memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan bawang putih segar.
Proses pertumbuhan tunas ini memicu produksi senyawa kimia tertentu untuk melindungi tanaman muda, dan senyawa inilah yang memberikan manfaat ekstra bagi tubuh manusia, seperti:
- Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
- Membantu kesehatan jantung.
- Memberikan perlindungan lebih terhadap radikal bebas.
Tips Mengolah Bawang Putih Bertunas
Jika kamu ingin tetap menggunakan bawang putih bertunas namun tidak suka dengan rasa pahitnya, berikut adalah tips praktis yang bisa kamu lakukan:
- Belah dan Buang Tunasnya: Belah siung bawang putih secara vertikal, lalu cungkil tunas hijau di bagian tengah dengan ujung pisau. Sisa siung bawangnya akan tetap memiliki rasa bawang yang dominan.
- Gunakan untuk Masakan Berbumbu Tajam: Jika kamu memasak hidangan yang kaya rempah atau sangat pedas, rasa pahit dari tunas tersebut biasanya akan tertutupi.
- Hindari Penggunaan Mentah: Sangat disarankan untuk tidak menggunakan bawang putih bertunas dalam keadaan mentah (seperti untuk saus salad atau aioli), karena rasa pahitnya akan sangat menonjol.
Jadi, lain kali kalau kamu melihat tunas hijau muncul dari stok bawang putihmu, jangan panik! Itu bukan tanda pembusukan, melainkan tanda bahwa bawang tersebut sedang "bersemangat" untuk tumbuh.
Kamu tetap bisa mendapatkan manfaat nutrisinya yang tinggi dengan sedikit penyesuaian saat memasak. Dapur lebih hemat, tubuh pun lebih sehat!
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang