Imbas Topan Super Ragasa, Grup Wisata Indonesia di China Pulang Lebih Cepat

Topan Super Ragasa melanda sejumlah negara di Asia. Sejak Selasa (22/9/2025), Super Typhoon Ragasa bergerak menuju Hong Kong dan Makau yang memicu pembatalan semua penerbangan di bandara internasional.
Wisatawan dari berbagai negara diimbau tetap waspada selama Topan Super Ragasa yang diperkirakan terjadi selama 23-24 September 2025.
General Manager Communication & CRM Golden Rama Tours & Travel, Ricky Hilton, menuturkan, rombongan grup wisata dari agen perjalanan ini telah pulang lebih awal dan terhindar dari imbas Topan Super Ragasa.
"Dampak terhadap perjalanan group tour relatif rendah. Hanya terdapat satu grup yang terdampak," kata Ricky saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (23/9/2025).
"Tetapi kami langsung melakukan langkah antisipatif dengan memajukan jadwal penerbangan agar para pelanggan tidak terjebak badai dan dapat kembali ke rumah dengan aman," sambung dia.
Sementara itu, meski permintaan penjadwalan ulang tiket pesawat membludak, kata Ricky, agen perjalanan wisata tersebut memastikan seluruh pelanggan tetap mendapatkan solusi perjalanan tanpa hambatan.
Dikutip dari situs resmi Bandara Internasional Hong Kong, Otoritas Bandara Hong Kong (AAHK) mengantisipasi gangguan signifikan terhadap operasional penerbangan di HKIA mulai Selasa (23/9/2025) pukul 18.00 WIB setempat hingga 24 September 2025.
Pihak bandara menyarankan penumpang untuk memeriksa informasi penerbangan terbaru sesuai maskapai penerbangan masing-masing, sebelum menuju bandara.
Penumpang juga dapat mengunjungi situs web HKIA atau menggunakan aplikasi seluler "My HKG" untuk memeriksa informasi penerbangan terbaru.
Selain itu, transportasi darat antarkota dan bandara akan terdampak ketika sinyal peringatan topan T8 atau lebih tinggi, ditetapkan.
Namun demikian, pihak bandara tetap menyediakan bus antar-jemput untuk staf bandara yang bepergian untuk menjaga kecukupan staf bagi operasional bandara dan layanan penumpang.
Imbauan untuk WNI
Sejumlah negara mengeluarkan peringatan perjalanan ke Hong Kong, termasuk Indonesia.
Melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong, KJRI Hong Kong mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Hong Kong dan Makau tetap menjaga diri, serta mematuhi protokol keselamatan yang berlaku di wilayah masing-masing.
"Sesuai ketentuan setempat, pelayanan publik pada kantor KJRI Hong Kong, termasuk di Makau, akan ditangguhkan sementara mulai Selasa, 23 September 2025 pukul 12:30 HKT sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut," tulis pemberitahuan yang diunggah via Instagram resmi @indonesiainhongkong, Selasa (23/9/2025).
WNI yang berada dalam keadaan darurat dapat menghubungi kontak emergency di hotline KJRI Hong Kong +852 5242 2240 atau panic button KJRI Hong Kong +852 6773 0466.
Topan Super Ragasa di Asia
Topan Super Ragasa menghantam Filipina hingga memicu badai dan tanah longsor. Hal serupa diperkirakan terjadi di wilayah Hong Kong dan China.
Super Typhoon Ragasa diperkirakan akan melewati selatan kota-kota besar Hong Kong, Makau, Shenzhen, dan Guangzhou, sebelum mendarat lagi di barat provinsi Guangdong di daratan China, seperti dikutip CNN, Rabu (24/9/2025).
Pihak berwenang di Hong Kong telah melaporkan sedikitnya enam orang terluka, tanah longsor, dan beberapa pohon tumbang.
Kekuatan angin kencang Topan Super Ragasa mencapai 118 kilometer per jam di beberapa lokasi, yang mendorong Hong Kong dan Makau mengeluarkan sinyal peringatan topan T10 sebagai sinyal peringatan topan tertinggi mereka.
Selain itu, sejumlah negara juga mengeluarkan peringatan bepergian (travel advisory) ke Hong Kong untuk sementara waktu.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.