Pesawat Ini Nyaris 'Senggol' Air Force One yang Ditumpangi Trump di Langit Boston

Air Force One, Pesawat Kepresidenan AS
Air Force One, Pesawat Kepresidenan AS

 Seorang pengatur lalu lintas udara memperingatkan seorang pilot maskapai Spirit Airlines untuk berhati-hati saat pesawat terbang beberapa mil dari Air Force One, menurut rekaman audio percakapan tersebut. Insiden itu terjadi Selasa pagi, 16 September 2025, ketika Presiden Donald Trump terbang ke Inggris Raya dengan Air Force One. Penerbangan Spirit 1300 sedang menuju Bandara Internasional Boston Logan dari Fort Lauderdale, Florida, pada saat itu. Saat penerbangan Spirit Airlines akan mendarat di Boston, seorang pengatur lalu lintas udara menjadi frustrasi dengan pilot tersebut, karena saat bersamaan pesawat berada sekitar 8 mil dari Air Force One, menurut rekaman audio oleh LiveATC.net. Setelah pengatur lalu lintas udara memberi tahu pilot Spirit untuk berbelok 20 derajat ke kanan, ia mengulangi instruksi tersebut beberapa kali. "Perhatian. Spirit 1300, belok 20 derajat ke kanan," kata pengatur lalu lintas udara, menurut rekaman audio LiveATC.net. "Spirit 1300, belok 20 derajat sekarang," ulang pengatur lalu lintas udara, terdengar semakin frustrasi.

Spirit Airlines

Spirit Airlines


"Spirit wing 1300, segera belok 20 derajat ke kanan," katanya dengan tegas. Pilot akhirnya mengindahkan instruksi tersebut, dengan mengatakan, "20 derajat ke kanan, Spirit wing 1300." "Perhatikan," kata petugas kontrol lalu memberi tahu pilot bahwa Air Force One berada 8 mil dari sayap kiri pesawat Spirit. "Saya yakin Anda bisa melihat siapa itu," kata petugas kontrol. "Awasi saya, putih dan biru," tambah petugas kontrol.Pilot Dimarahi ATC
Kemudian, petugas kontrol memarahi pilot Spirit, "Saya harus bicara dua kali setiap kali." "Perhatian, turunkan iPad," tambah petugas kontrol. Pilot maskapai penerbangan secara rutin menggunakan iPad untuk melihat peta navigasi, manual, daftar periksa, data kinerja, dan cuaca. Percakapan ini pertama kali dilaporkan oleh akun Bluesky JonNYC.
Dalam sebuah pernyataan terkait insiden tersebut, Spirit Airlines mengatakan bahwa penerbangan tersebut "mematuhi prosedur dan instruksi Pengendali Lalu Lintas Udara (ATC) dalam perjalanan ke Boston (BOS) dan mendarat tanpa masalah di BOS." "Keselamatan selalu menjadi prioritas utama kami," tambah maskapai tersebut. Investigasi awal menunjukkan bahwa pesawat mempertahankan jarak aman yang diwajibkan, ujar seorang pejabat kepada ABC News.
Otoritas Penerbangan Federal (FAA) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka "mengetahui adanya unggahan media sosial tentang Air Force One dan penerbangan Spirit Airlines di wilayah udara Boston" pada hari Selasa. "Jarak aman yang diwajibkan antara pesawat tetap dipertahankan," tambah FAA.