Makan Apel Beserta Kulitnya, Sehat atau Berisiko? Ini Jawabannya

Makan Apel Beserta Kulitnya, Sehat atau Berisiko? Ini Jawabannya, Kulit apel mengandung nutrisi lebih tinggi, Lapisan lilin alami pada apel juga bermanfaat, Risiko residu pestisida pada kulit apel, Cara membersihkan apel secara alami, Tips memilih apel yang lebih sehat, Perlukah mengupas kulit apel?

Apel dikenal sebagai salah satu buah yang kaya nutrisi dan sering dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan. Bahkan, ada ungkapan populer yang menyebut bahwa mengonsumsi satu apel setiap hari dapat membantu menjaga kesehatan tubuh.

Namun, masih banyak orang yang memilih mengupas kulit apel sebelum memakannya. Padahal, bagian kulit apel ternyata menyimpan banyak zat gizi penting.

Lalu, apakah lebih baik mengonsumsi apel beserta kulitnya atau justru mengupasnya terlebih dahulu? Berikut kelebihan dan kekurangan makan kulit apel yang perlu diketahui.

Kulit apel mengandung nutrisi lebih tinggi

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar senyawa bermanfaat pada apel justru terkonsentrasi di bagian kulitnya.

Apel yang dikonsumsi bersama kulitnya mengandung sekitar 50 persen lebih banyak fitonutrien dibandingkan apel yang telah dikupas.

Kulit apel kaya akan antioksidan dan polifenol yang berperan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, kulit apel juga mengandung senyawa triterpenoid yang dikaitkan dengan potensi antikanker.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa tersebut dapat membantu menurunkan risiko berbagai jenis kanker, terutama kanker hati, kanker usus besar, dan kanker payudara.

Tak hanya itu, konsumsi apel secara rutin juga dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung.

Lapisan lilin alami pada apel juga bermanfaat

Banyak orang mengira seluruh lapisan mengilap pada apel merupakan bahan tambahan dari luar.

Padahal, apel secara alami menghasilkan lapisan lilin pelindung yang membantu menjaga kelembapan buah dan memperlambat proses pembusukan.

Makan Apel Beserta Kulitnya, Sehat atau Berisiko? Ini Jawabannya, Kulit apel mengandung nutrisi lebih tinggi, Lapisan lilin alami pada apel juga bermanfaat, Risiko residu pestisida pada kulit apel, Cara membersihkan apel secara alami, Tips memilih apel yang lebih sehat, Perlukah mengupas kulit apel?

ilustrasi kulit apel.

Lapisan alami ini mengandung asam ursolat, senyawa yang menurut sejumlah penelitian memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan beberapa jenis sel kanker.

Namun, pada produk apel komersial, petani atau distributor sering menambahkan lapisan lilin tambahan untuk memperpanjang masa simpan selama proses distribusi dan penyimpanan.

Risiko residu pestisida pada kulit apel

Di balik manfaatnya, kulit apel juga menjadi bagian yang paling rentan terpapar residu pestisida. Pada budidaya apel konvensional, pohon apel sering disemprot berbagai bahan kimia untuk melindungi tanaman dari hama dan penyakit.

Beberapa laporan menemukan bahwa sebagian besar sampel apel yang diuji mengandung lebih dari satu jenis residu pestisida. Bahkan, sebagian bahan kimia tidak hanya menempel di permukaan, tetapi juga dapat terserap ke dalam daging buah.

Selain pestisida, di beberapa negara apel pascapanen juga dapat diberi perlakuan bahan tertentu untuk memperpanjang masa simpan dan menjaga kualitas buah selama penyimpanan.


Karena itu, penting bagi konsumen untuk memperhatikan asal-usul apel yang dibeli serta memastikan buah dicuci dengan benar sebelum dikonsumsi.

Cara membersihkan apel secara alami

Mencuci apel sebelum dimakan merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi kotoran, residu pestisida permukaan, dan lapisan lilin tambahan.

Berikut cara membersihkan apel secara alami:

  • Cuci apel menggunakan air hangat.
  • Gosok permukaan apel dengan sikat lembut.
  • Tambahkan satu sendok makan cuka atau air lemon.
  • Campurkan dengan satu sendok makan baking soda.
  • Bilas kembali hingga bersih sebelum dikonsumsi.

Metode ini dapat membantu mengurangi residu pada permukaan buah, meski tidak dapat menghilangkan bahan kimia yang sudah terserap ke dalam daging buah.

Tips memilih apel yang lebih sehat

Agar tetap mendapatkan manfaat maksimal dari kulit apel sekaligus mengurangi paparan bahan kimia, beberapa langkah berikut dapat dipertimbangkan:

  • Pilih apel organik atau apel yang ditanam tanpa pestisida sintetis.
  • Beli dari petani lokal yang menerapkan praktik budidaya ramah lingkungan.
  • Cari informasi mengenai cara budidaya dan penyimpanan buah.
  • Pilih varietas apel yang dikenal kaya kandungan antioksidan.
  • Jika memungkinkan, tanam pohon apel sendiri di rumah.

Perlukah mengupas kulit apel?

Secara umum, mengonsumsi apel beserta kulitnya memberikan manfaat nutrisi yang lebih besar dibandingkan mengupasnya terlebih dahulu. Kulit apel mengandung antioksidan, serat, dan berbagai senyawa bioaktif yang baik bagi kesehatan.

Namun, manfaat tersebut sebaiknya diimbangi dengan memilih apel berkualitas baik dan mencucinya secara menyeluruh sebelum dikonsumsi.

Dengan cara ini, Anda tetap bisa memperoleh kandungan gizi optimal sekaligus meminimalkan paparan residu yang tidak diinginkan.

Jadi, selama apel dicuci dengan benar dan berasal dari sumber yang terpercaya, mengonsumsi apel bersama kulitnya bisa menjadi pilihan yang lebih menyehatkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang