Ini Kelebihan dan Kekurangan Makan Apel Tanpa Kulit

Makan apel memang jadi cara paling praktis buat memenuhi kebutuhan serat dan vitamin harian.
Namun, pernah enggak sih kamu berpikir kulit apel perlu dikupas dulu kah?
Sebagian orang merasa lebih bersih kalau dikupas, tapi ada juga yang bilang nutrisinya justru ada di kulitnya.
Dikutip dari themicrogardener, berikut ini apa saja kelebihan dan kekurangan memakan apel dengan mengupas kulitnya. Simak ulasannya, ya!
Apel adalah salah satu buah paling populer karena rasanya yang manis-asam segar.
Namun, cara menyajikannya ternyata memberikan pengaruh yang berbeda bagi tubuh. Berikut adalah poin-poin yang perlu Kamu tahu.
Kelebihan mengupas kulit apel
1. Terhindar dari sisa pestisida
Ini adalah alasan paling umum kenapa banyak orang memilih mengupas apel. Kulit buah sering kali terpapar pestisida selama masa pertumbuhan di pohon.
Dengan mengupasnya, kamu meminimalisir risiko zat kimia tersebut masuk ke dalam tubuh.
2. Lebih bersih dari lapisan lilin (wax)
Pernah melihat apel yang tampak sangat mengkilap? Biasanya itu dilapisi lilin agar buah tetap segar dan awet selama distribusi.
Meski ada yang food grade, mengupas kulitnya tentu membuat kamu merasa lebih tenang karena lapisan ini benar-benar hilang.
3. Tekstur yang lebih lembut
anak atau lansia yang punya masalah mengunyah, tekstur kulit apel yang cenderung alot bisa jadi kendala.
Mengupas kulit apel membuat buah terasa lebih lembut dan mudah ditelan.
Kekurangan mengupas kulit apel
1. Kehilangan sumber serat terbesar
Faktanya, sekitar 50 persen serat dalam satu buah apel terletak pada kulitnya.
Serat sangat penting untuk melancarkan pencernaan dan bikin kamu merasa kenyang lebih lama. Kalau dikupas, kamu otomatis kehilangan manfaat besar ini.
2. Nutrisi dan vitamin berkurang
Kulit apel mengandung konsentrasi vitamin A, C, dan K yang lebih tinggi dibandingkan daging buahnya.
Selain itu, kulit apel kaya akan quercetin, yaitu antioksidan yang bagus untuk kesehatan paru-paru dan memori otak. Sayang banget kan kalau dibuang?
3. Kehilangan rasa dan warna
Kulit apel memberikan sensasi tekstur yang unik saat digigit.
Selain itu, warna merah atau hijau pada kulit apel sebenarnya mengandung zat flavonoid yang berfungsi sebagai anti-inflamasi bagi tubuh.
Jadi, harus dikupas atau tidak?
Kalau kamu ragu, sebenarnya ada jalan tengahnya! Kamu enggak perlu mengupas kulitnya asalkan melakukan langkah berikut:
- Cuci dengan air mengalir: gosok permukaan apel di bawah air mengalir untuk merontokkan kotoran.
- Gunakan larutan cuka atau garam: merendam apel sebentar dalam larutan air cuka atau garam bisa membantu melarutkan sisa pestisida dan lapisan lilin dengan lebih efektif
- Pilih apel organik: jika anggaran memungkinkan, apel organik biasanya lebih aman dikonsumsi langsung bersama kulitnya karena tidak menggunakan pestisida kimia
- Kesimpulannya, semua kembali ke preferensi dan kondisi kesehatan masing-masing. Kalau kamu butuh serat maksimal, makanlah bersama kulitnya (setelah dicuci bersih!).
Namun, kalau kamu punya sistem pencernaan yang sensitif atau khawatir soal pestisida, mengupas kulitnya adalah pilihan yang bijak.
Gimana, kamu tim kupas atau tim makan langsung?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang