Ini Vendor Motor Listrik di Kasus BGN yang Tak Punya Dealer-Bengkel Aktif

Array,Ini Vendor Motor Listrik di Kasus BGN yang Tak Punya Dealer-Bengkel Aktif

Kejagung mengungkap vendor motor listrik buat program MBG tak memenuhi syarat. Sebab, vendor itu tak punya dealer dan bengkel aktif.

Badan Gizi Nasional di bawah pimpinan Dadan Hindayana diketahui membeli puluhan motor listrik dengan jumlah fantastis, yakni mencapai 21.801 unit. Dikutip laman resmi Kejaksaan Agung, nilai pengadaan tersebut bahkan mencapai Rp1.035.515.297.908,02(satu triliun tiga puluh lima miliar lima ratus lima belas juta dua ratus sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus delapan rupiah koma dua sen).

Duit Rp 1 triliun itu juga sudah dibayar ke vendor PT Yasa Artha Trimanunggal selaku penyedia motor listrik Emmo. Belakangan juga terungkap bahwa vendor itu tak memenuhi syarat lantaran tak memiliki dealer.

"Dan telah dibayarkan ke PT YAT yang tidak memenuhi syarat selaku Vendor karena tidak memiliki dealer/bengkel aktif dan terdapat markup," tulis Kejagung.

Di laman katalog Inaproc, PT Yasa Artha Trimanunggal diketahui memiliki 23 KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia). KBLI merupakan salah satu klasifikasi baku yang diterbitkan BPS untuk mengelompokkan beragam aktivitas ekonomi ke dalam kelompok-kelompok tertentu berdasarkan kesamaan karakteristik kegiatan.

Adapun beberapa KLBI PT YAT antara lain berupa angkutan moda, aktivitas kurir, aktivitas pelayanan penunjang kesehatan, perdagangan besar alat olahraga, perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer, perdagangan besar mesin kantor dan industri pengolahan, suku cadang dan perlengkapannya, perdagangan besar mesin, peralatan, alat laboratorium, alat farmasi, pergudangan, pengelola gudang sistem resi, konveksi, hingga perdagangan besar sepeda motor baru.

Di situs resmi yasagroup, tertulis PT YAT itu memang menyediakan pengadaan motor listrik.

"Kami menyediakan layanan pengadaan motor listrik secara profesional dan siap menjadi mitra strategis Anda dalam setiap tahap, mulai dari perencanaan hingga distribusi unit ke lokasi Anda," demikian dikutip dari situs resminya.

Khusus motor listrik, ada dua model yang ditawarkan oleh PT YAT yaitu berupa Emmo JVH Max seharga Rp 48,84 juta dan Emmo JVX GT seharga Rp 49,95 juta.

Sementara di situs resmi Emmo, harganya justru lebih mahal. Emmo JVH Max ditawarkan seharga Rp 48,9 juta dan Emmo JVX GT Rp 58 juta. Saat ini baru ada dua motor listrik yang ditawarkan Emmo. Dealernya tertulis tersebar di berbagai wilayah yakni Jakarta, Banten, Bogor, Semarang, Sleman, Surabaya, Mimika, Wamena, Sorong, Manokwari, Jayapura, dan Merauke. Namun keseluruhan dealer itu berstatus 'Segera Hadir'. Tim detikOto juga sudah pernah berkunjung langsung ke dealer Emmo di Jakarta. Sesampainya di sana, dealer ternyata belum rampung sepenuhnya.

Saksikan Live DetikPagi: