Bukan Ganti Charger, Ini Rahasia Motor Listrik Bisa Fast Charging
Punya motor listrik tapi sering gemas karena waktu pengisian daya baterai yang tergolong lama?
Banyak pemilik motor listrik mengira, solusi instan untuk mempercepat proses pengisian daya cukup dengan membeli charger aftermarket yang memiliki kapasitas Ampere besar.
Namun, faktanya tidak semudah itu. Mengganti charger bawaan dengan yang berkapasitas besar tanpa mengubah komponen di dalam motor justru akan berujung sia-sia.
Mohamad Rifki Robana, punggawa bengkel spesialis motor listrik STB EV, mengatakan, untuk menggunakan fitur fast charging, ubah yang harus dilakukan pada Battery Management System (BMS) dan baterainya.
STB EV Tech, bengkel spesialis motor listrik di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur
"Iya, dari BMS dan spesifikasi baterainya. Bukan dari controller," ujar Rifki, kepada Kompas.com, belum lama ini.
BMS dan Spesifikasi Baterai
Bagi orang awam, controller sering kali dianggap sebagai "otak" yang mengatur segala hal terkait kelistrikan motor, termasuk pengisian daya. Padahal, urusan menerima atau menolak arus listrik yang masuk sepenuhnya dikontrol oleh BMS.
BMS berfungsi sebagai penjaga gerbang keamanan baterai. Jika charger mengirimkan arus yang melebihi kapasitas batas maksimal yang bisa diterima oleh BMS, sistem secara otomatis akan memutus atau membatasi arus tersebut demi mencegah overheat atau kebakaran.
Tempat mengecas motor listrik atau SPKLU dengan fitur fast charging di PLN KS Tubun
"Kalau spesifikasi charger-nya besar, pasti akan di-cut oleh BMS. Jadi, percuma kalau pakai charger yang 10 Ampere, tapi di BMW-nya cuma 2,5 Ampere. Jadi ada batas maksimalnya," kata Rifki.
Artinya, jika Anda memaksakan menggunakan charger 10 Ampere pada motor dengan BMS yang hanya sanggup menerima 2,5 Ampere, arus yang masuk ke baterai akan tetap tertahan di angka 2,5 Ampere. Proses pengisian daya pun tidak akan bertambah cepat sedikit pun.
Estimasi Biaya dan Waktu Pengerjaan
Untuk mengubah motor listrik standar agar mendukung pengisian daya cepat, pemilik harus rela merogoh kocek untuk mengganti paket baterai dan BMS yang sesuai dengan spesifikasi fast charging. Pengerjaan ini tidak bisa dilakukan sembarangan dan membutuhkan penanganan dari teknisi yang ahli di bidang kelistrikan motor listrik.
Tempat mengecas motor listrik atau SPKLU dengan fitur fast charging di PLN KS Tubun
Untuk penggantian baterai, Rifki menambahkan, bisa berkisar hingga Rp 4,5 jutaan, sudah termasuk jasa. Sedangkan lama pengerjaan, bisa memakan waktu lima hari hingga sepuluh hari.
Biaya tersebut tentu bervariasi tergantung pada kapasitas baterai (Voltase dan Ampere-hour) yang diinginkan konsumen serta jenis sel baterai yang digunakan.
Jadi, bagi Anda yang berniat meningkatkan kecepatan charging motor listrik kesayangan, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan bengkel spesialis. Jangan buru-buru membeli charger mahal sebelum bagian "jantung" baterai dan sistem manajemennya ditingkatkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang