Cara Menghitung Life Cycle Baterai Motor Listrik
Salah satu istilah yang sering muncul dalam pembahasan baterai motor listrik adalah life cycle atau siklus hidup baterai.
Tak sedikit yang mengira mengira bahwa satu kali mengisi daya baterai otomatis dihitung sebagai satu siklus pengisian.
Padahal, perhitungan life cycle pada baterai lithium-ion tidak sesederhana itu. Pemahaman yang tepat penting karena life cycle menjadi salah satu indikator umur pakai baterai motor listrik.
Charging Cycle
Abdulah, pemilik bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat, menjelaskan bahwa satu charging cycle tidak dihitung berdasarkan berapa kali baterai dicolok ke charger.
"Jadi gini, kalau charging cycle itu kita hitungnya dari 0 sampai 100. Tapi anggap misalkan hari ini kita pakai, cuma sisa 70 persen, berarti terpakai 30 persen. Ya berarti belum 1 cycle," ujarnya kepada Kompas.com, di Bekasi, Jawa Barat, belum lama ini.
Bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat
"Besoknya misalkan terpakai sampai sisa 30 persen, berarti memakai 70 persen. Nah, itu nanti di ujung pengecasan masuk 1 cycle," ujarnya.
Secara sederhana, kata Abdul, life cycle adalah jumlah siklus pengisian dan penggunaan daya yang dapat dilalui baterai sebelum kapasitasnya menurun ke tingkat tertentu.
Semakin banyak siklus yang dilewati, kapasitas baterai akan perlahan berkurang akibat proses degradasi alami sel lithium-ion.
"Jadi bukan misalkan dari 70 persen kita cas ke 100 persen langsung dihitung 1 cycle, bukan begitu. Berarti sampai dia satu putaran lah, satu trip-nya lah," ujarnya.
Abdul menjelaskan, satu charging cycle dapat diartikan sebagai penggunaan daya baterai yang jika dijumlahkan mencapai 100 persen.
Penggunaan itu tidak harus terjadi dalam satu kali perjalanan atau satu kali pengisian daya.
Abdulah, pemilik bengkel motor listrik Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat
Mengapa Penting?
Life cycle menjadi salah satu acuan untuk memperkirakan umur pakai baterai motor listrik. Setiap baterai lithium-ion memiliki batas siklus tertentu yang ditentukan oleh pabrikan.
Setelah melewati ribuan siklus pengisian, kapasitas baterai umumnya akan menurun secara bertahap.
Misalnya, baterai yang semula mampu menyimpan 100 persen energi mungkin hanya mampu menyimpan 80 persen setelah mencapai jumlah siklus tertentu.
Namun, penurunan kapasitas tersebut biasanya berlangsung secara perlahan dan dipengaruhi banyak faktor, seperti pola pengisian daya, suhu operasional, kualitas baterai, hingga kebiasaan penggunaan sehari-hari.
Dengan memahami konsep charging cycle, pengguna motor listrik dapat lebih bijak dalam merawat baterai dan tidak perlu khawatir setiap kali melakukan pengisian daya parsial.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang