Gaji SPPG Cukup Nyicil Motor, Nggak Perlu-perlu Amat Motor Listrik

Array,Gaji SPPG Cukup Nyicil Motor, Nggak Perlu-perlu Amat Motor Listrik

Insentif yang didapat SPPG disebut cukup untuk nyicil motor. Dengan demikian, SPPG sejatinya tak terlalu membutuhkan motor listrik.

Nasib puluhan ribu motor listrik dalam kasus pengadaan BGN belum jelas. Kendati demikian, Kejaksaan Agung mengungkap bahwa puluhan motor listrik tak bakal disita sebab sudah didistribusi ke daerah-daerah.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman juga mengungkap bahwa keseluruhan pengadaan motor listrik itu sudah dibayar. Mau tidak mau motor listrik tersebut tetap akan menjadi aset BGN. Namun soal peruntukkannya masih belum diketahui dengan pasti.

"Ya kan sudah dibayar, ini kan sudah dirakit. Ya nanti keputusan nanti terserah Kepala BGN, atau kalau misalnya nanti ada keputusan dari Presiden dialihkan ke mana yang bermanfaat," ujar Dudung dikutip detikFinance.

Eks Kepala BGN Dadan Hindayana sebelumnya mengatakan bahwa puluhan motor listrik itu bakal diberikan ke SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di daerah-daerah. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG. Kendati demikian, Dudung menilai SPPG tidak terlalu memerlukan motor listrik tersebut.

"Toh gajinya SPPG itu kan lumayan tuh enam jutaan (insentif SPPG Rp 6 juta), kalau nyicil satu motor kan cukup. Nggak perlu-perlu amatlah kalau menurut saya (menggunakan motor listrik BGN)," tambah Dudung.

Sekadar informasi, Kejaksaan Agung mengungkap nilai pengadaan tersebut mencapai Rp 1.035.515.297.908,02 melalui vendor PT YAT. uang Rp 1 triliun untuk pengadaan juga sudah dibayarkan ke PT YAT yang disebut Kejagung tak memenuhi syarat lantaran tak punya dealer.

PT YAT memang bukan dealer ataupun agen pemegang merek. Dikutip situs resmi yasagroup, PT YAT itu bergerak di bidang jasa logistik, alat kesehatan, hingga pengadaan motor listrik. "Kami menyediakan layanan pengadaan motor listrik secara profesional dan siap menjadi mitra strategis Anda dalam setiap tahap, mulai dari perencanaan hingga distribusi unit ke lokasi Anda," demikian dikutip dari situs resminya.

Di laman katalog Inaproc, motor listrik yang ditawarkan PT YAT berupa Emmo JVX GT dan Emmo JVH Max. Mengutip laman resmi Emmo Indonesia, JVX GT motor listrik adventure bertenaga hingga 7000 W dengan jarak tempuh 70 km, fast charging 30%-80% dalam waktu 1 jam, dan desain tangguh untuk jalan raya maupun off-road.

Sementara Evvo JVH Max skuter listrik modern untuk mobilitas perkotaan. Dengan kecepatan hingga 90 km/jam, jarak tempuh 70 km, baterai 73,6V 30Ah, fast charging, desain elegan, serta rem cakram CBS. Remnya menggunakan cakram CBS dengan ban tubeless.

Saksikan Live DetikPagi :