Apakah Fast Charging Aman untuk Motor Listrik?

baterai, motor listrik, fast charging, Apakah Fast Charging Aman untuk Motor Listrik?

Kehadiran teknologi fast charging menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan sejumlah motor listrik modern.

Dengan fitur ini, waktu pengisian daya baterai dapat dipangkas secara signifikan dibandingkan pengisian daya biasa.

Namun, tidak semua motor listrik bisa sembarangan menggunakan fast charging. Pengguna perlu memastikan terlebih dahulu spesifikasi baterai dan sistem pengisian daya yang dimiliki kendaraan.

Pemilik bengkel motor listrik AD Service Solo, Alfian, mengatakan keamanan penggunaan fast charging sangat bergantung pada jenis dan spesifikasi baterai yang digunakan pada kendaraan.

Menurut dia, tidak semua motor listrik dirancang untuk menerima arus pengisian daya berkecepatan tinggi, sehingga perlu memastikan terlebih dahulu apakah kendaraannya memang mendukung teknologi tersebut.

baterai, motor listrik, fast charging, Apakah Fast Charging Aman untuk Motor Listrik?

Tempat mengecas motor listrik atau SPKLU dengan fitur fast charging di PLN KS Tubun

"Kalau motor listrik yang memang sudah mendukung fast charging seperti beberapa model Polytron, sebenarnya aman," ujar Alfian kepada Kompas.com, baru-baru ini.

Alfian menjelaskan, motor listrik yang mendukung fast charging umumnya telah dibekali sistem manajemen baterai atau Battery Management System (BMS) yang dirancang untuk mengatur proses pengisian daya agar tetap aman.

Selain itu, jenis sel baterai yang digunakan juga telah disesuaikan untuk menerima arus pengisian yang lebih besar dibandingkan baterai konvensional.

Meski demikian, penggunaan fast charging secara terus-menerus tetap tidak disarankan apabila tidak benar-benar diperlukan.

Hal ini karena proses pengisian daya dengan arus tinggi dapat meningkatkan suhu baterai lebih cepat dibandingkan pengisian daya normal.

"Kalau terlalu sering fast charging, kesehatan baterai tetap akan berkurang. Umur pakainya bisa lebih pendek," kata Alfian.

Menurut dia, dampak yang paling terasa bukan pada kerusakan mendadak, melainkan penurunan kapasitas baterai dalam jangka panjang.

Akibatnya, kemampuan baterai menyimpan energi dapat berkurang lebih cepat dibandingkan baterai yang lebih sering diisi menggunakan metode pengisian normal.

Sebagai gambaran, baterai yang seharusnya dapat bertahan hingga sekitar tiga tahun berpotensi mengalami penurunan performa lebih cepat apabila terlalu sering menggunakan fast charging.

Karena itu, Alfian menyarankan pengguna memanfaatkan fast charging saat diperlukan, misalnya ketika membutuhkan pengisian daya dalam waktu singkat.

Untuk penggunaan sehari-hari, pengisian daya normal atau slow charging tetap menjadi pilihan yang lebih baik untuk menjaga kesehatan baterai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang