Gimana Nasib Puluhan Ribu Motor Listrik MBG dari Kasus Markup BGN?

Array,Gimana Nasib Puluhan Ribu Motor Listrik MBG dari Kasus Markup BGN?

BGN diketahui telah membayar vendor motor listrik senilai Rp 1 triliun. Lalu dengan adanya kasus markup, gimana nasib motor listrik tersebut?

Eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana kedapatan melakukan praktik markup sejumlah barang untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya berupa pengadaan puluhan ribu motor listrik yang diperuntukkan bagi SPPG dengan nilai mencapai Rp 1 triliun.

Dilansir laman Kejaksaan Agung, saat pengadaan motor listrik itu terjadi markup harga sehingga merugikan negara.

"Pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan nilai total pengadaan sebesar Rp1.035.515.297.908,02 (satu triliun tiga puluh lima miliar lima ratus lima belas juta dua ratus sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus delapan rupiah koma dua sen) dan telah dibayarkan ke PT YAT yang tidak memenuhi syarat selaku Vendor karena tidak memiliki dealer/bengkel aktif dan terdapat markup," demikian keterangan resmi Kejagung.

Lalu gimana nasib puluhan ribu motor listrik tersebut? Direktur Penyidikan pada Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi mengungkap, Kejagung tak akan menyita deretan motor listrik tersebut. Sebab, barang-barang hasil pengadaan sudah tersebar di berbagai wilayah.

"Tidak, kalau barangnya kan sudah distribusi di daerah," ujar Syarief dikutip detikNews.

Di sisi lain, Syarief menegaskan proses pencarian barang bukti terus dilakukan. Hingga kini, tim penyidik masih bergerak melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi.

"Masih jalan (penggeledahan) nanti disampaikan hasilnya," pungkasnya.

Saat pertama kali muncul ke permukaan soal pengadaan motor listrik MBG, muncul kontroversi karena motor listrik bergaya skuter dan motor trail itu mirip dengan motor China. Bahkan, motor China itu punya harga yang jauh lebih murah dibanding motor listrik buat MBG tersebut.

Motor trail listrik EMMO JVX GT disebut-sebut mirip produk China, Kollter ES1-X PRO, yang harganya jauh lebih terjangkau. Dilihat dari laman marketplace Alibaba, Kollter ES1-X PRO dibanderol Rp 10 jutaan untuk pembelian satu unit. Namun, untuk pembelian dua unit, harganya diskon menjadi hanya Rp 8 jutaan.

Selain itu, skuter listrik EMMO JVH Max terlihat identik dengan motor listrik 'white label' buatan Tizhou Okla Automotive yang bermarkas di Zhejiang, China. Kemiripan EMMO JVH Max dan motor listrik Okla bisa terlihat di hampir seluruh bagian. Mulai dari headlamp atau lampu utama, windshield, spatbor, dan filter udara di bagian depan. Bahkan, detail fairing dan lampu seinnya juga benar-benar sama. Motor tersebut dijual mulai dari US$ 2.185 atau sekira Rp 37 jutaan. Nominal itu lebih terjangkau dibandingkan EMMO JVH Max yang dipasarkan seharga Rp 48 jutaan di Indonesia.