Buya Yahya Ingatkan Pahala Puasa Bisa Hilang karena Bukber

Ceramah Buya Yahya: Ke mana Roh Orang yang Meninggal (YouTube/albahjah tv)
Ceramah Buya Yahya: Ke mana Roh Orang yang Meninggal (YouTube/albahjah tv)

 Tradisi buka bersama atau bukber sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat saat bulan Ramadhan. Kegiatan ini sering dilakukan bersama keluarga, teman, hingga rekan kerja sebagai ajang mempererat silaturahmi. Namun, Buya Yahya mengingatkan bahwa acara buka bersama seharusnya tidak membuat seseorang lalai dari ibadah utama di bulan suci.

Buya Yahya menjelaskan bahwa memberi makan orang yang berbuka puasa merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Orang yang membantu menyediakan makanan berbuka bahkan bisa mendapatkan pahala besar dari Allah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menjelaskan bahwa niat memberi makanan kepada orang yang berpuasa sudah cukup bernilai ibadah, meskipun makanan yang disumbangkan tidak langsung dimakan saat berbuka.

“Ada bertemu keluarga dengan keluarga kemudian tadi mendapatkan pahala dan juga memang diiimbau kalau kita diundang atau diberi oleh orang makanan yang katanya untuk buka bersama hendaknya kita cicipi makan untuk berbuka agar mereka mendapatkan pahala,” kata Buya Yahya yang dikutip dari kanal YouTube-nya pada Minggu, 8 Maret 2026. 

Buya Yahya juga menegaskan bahwa seseorang tetap memperoleh pahala meskipun makanan yang ia sumbangkan tidak menjadi hidangan pertama saat berbuka.

“Dan bagi siapapun yang telah menyumbang di sebuah tempat untuk buka bersama untuk mendapatkan pahala besar tidak harus makanan Anda yang dijadikan makanan pertama untuk buka. Misalnya Anda ikut program buka bersama, misalnya membantu program bersama di sebuah tempat, kemudian makanan Anda kok tidak dimakan yang pertama, akan tapi mungkin jadikan makan malam. Bukan berarti Anda tidak mendapatkan pahala. Niat Anda Allah maha tahu,” katanya lagi. 

Menurutnya, yang terpenting adalah niat tulus untuk membantu orang yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Makanya yang penting anda niat untuk memberikan buka kepada saudara-saudara kita yang lagi puasa. Itulah kemuliaan. Akan diberi oleh Allah pahala seperti pahala yang berpuasa,” terang Buya. 

Meski begitu, Buya Yahya mengingatkan bahwa banyak acara buka bersama justru membuat orang kehilangan keutamaan ibadah karena terlalu fokus pada makan dan kumpul-kumpul.

“Banyak di antaranya di saat melaksanakan buka bersama ini keutamaan yang hilang dulu sebelum kemaksiatan terjadi. Keutamaan misalnya salat berjamaah Magrib dilupakan,” jelas Buya. 

Ia mencontohkan bahwa beberapa orang seringkali sibuk dengan makanan hingga melupakan salat berjamaah. Bahkan terkadang setelah acara buka bersama selesai, ibadah lain seperti tarawih juga ikut terlewat.

“Sehingga karena sibuk urusan makan ini sehingga tidak peduli dengan urusan jemah magrib. Salat berjamaah Magrib. Kemudian setelah itu tarawihnya pun hilang karena mungkin perjalanan yang jauh,” jelasnya lagi. 

Selain itu, Buya Yahya juga mengingatkan agar acara buka bersama tetap menjaga adab pergaulan dan tidak membuka peluang terjadinya hal-hal yang dilarang.

“Belum lagi kadang ada kemaksiatan jika ternyata mengundang bermacam orang. Akan tapi tidak dibatasi akhlak bergaul antara putra dengan putri tidak dirapikan,” tuturnya. 

Menurutnya, kegiatan buka bersama sebenarnya diperbolehkan bahkan dianjurkan, asalkan tetap diatur dengan baik sehingga tidak mengurangi nilai ibadah di bulan Ramadan.

“Artinya boleh bahkan dihimbau untuk kita mengadakan buka bersama tapi tolong harus ditertibkan semua aturan-aturannya agar tetap buka bersama mendapatkan pahala,” tuturnya lagi. Ia menyarankan agar acara buka bersama tetap disertai dengan ibadah seperti salat berjamaah, zikir, hingga tarawih.

Buya Yahya juga mengingatkan bahwa tradisi bukber jangan sampai hanya menjadi rutinitas sosial tanpa makna spiritual.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, jika sebuah acara buka bersama justru membuat orang kehilangan ibadah penting seperti salat dan tarawih, maka lebih baik makanan tersebut dikirimkan saja kepada orang yang membutuhkan.

“Kalau ternyata menjadikan sebab tarawih tidak lain kali deh kirim aja makanan biar nyampai ke sana dimakan oleh saudara kita selesai mendapatkan pahala,” tandasnya.