Terlalu Banyak Makan Daging Merah Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes, Ini Kata Ahli

risiko diabetes, Terlalu Banyak Makan Daging Merah Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes, Ini Kata Ahli, Risiko Lebih Tinggi pada Daging Olahan, Perubahan Kecil Bisa Berdampak, Pola Makan Berperan dalam Risiko Diabetes, Tidak Perlu Menghindari Sepenuhnya, Bukan Hubungan Sebab-Akibat

Konsumsi daging merah dalam jumlah berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes, menurut hasil penelitian.

Studi yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition menunjukkan bahwa individu dengan konsumsi daging merah tertinggi memiliki kemungkinan hingga 49 persen lebih tinggi mengalami diabetes dibandingkan mereka yang mengonsumsi paling sedikit, berdasarkan data dari survei kesehatan nasional di Amerika Serikat.

Dokter spesialis endokrin Komal Patil-Sisodia mengatakan bahwa temuan ini penting karena konsumsi daging merah masih cukup tinggi di masyarakat.

“Diperkirakan bahwa 60 hingga 70 persen warga Amerika mengonsumsi daging merah secara teratur,” katanya, dikutip dari Prevention, Jumat (27/3/2026).

Penelitian ini melibatkan hampir 35.000 partisipan dengan rata-rata usia 46 tahun.

Risiko Lebih Tinggi pada Daging Olahan

Peneliti juga menemukan bahwa jenis daging merah memengaruhi besarnya risiko.

Partisipan dengan konsumsi daging merah olahan tertinggi memiliki risiko diabetes 47 persen lebih tinggi. 

Sementara itu, konsumsi daging merah yang tidak diolah dikaitkan dengan peningkatan risiko sekitar 24 persen.

Selain itu, setiap tambahan satu porsi daging merah per hari juga dikaitkan dengan peningkatan risiko.

“Setiap tambahan satu porsi daging merah per hari meningkatkan risiko sebesar 10 hingga 16 persen,” jelas Patil-Sisodia.

Meskipun demikian, temuan ini menunjukkan hubungan, bukan sebab-akibat langsung. 

Perbedaan ini menunjukkan bahwa proses pengolahan daging dapat memengaruhi dampaknya terhadap kesehatan.

Perubahan Kecil Bisa Berdampak

Di samping itu, ahli gizi Judy Simon mengatakan bahwa perubahan kecil dalam pola makan dapat memberikan manfaat.

“Mengganti satu porsi daging merah per hari dengan protein nabati, seperti biji-bijian, kacang-kacangan, atau polong-polongan, dikaitkan dengan penurunan kemungkinan terkena diabetes sebesar 9 hingga 14 persen,” tuturnya.

Penggantian dengan sumber lain seperti unggas, produk susu, atau biji-bijian utuh juga dikaitkan dengan penurunan risiko sekitar 11 hingga 12 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa perubahan sederhana dalam pola makan sehari-hari dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang.

Pola Makan Berperan dalam Risiko Diabetes

Simon menegaskan bahwa pola makan memiliki peran penting, terutama dalam risiko diabetes tipe 2.

“Pola makan memainkan peran yang sangat signifikan dalam risiko seseorang terkena diabetes tipe 2,” katanya.

Ia menyarankan untuk meningkatkan konsumsi serat dan protein nabati serta mengurangi daging merah.

Sementara itu, Patil-Sisodia menambahkan bahwa makanan olahan dan tinggi gula dapat meningkatkan resistensi insulin.

Kondisi tersebut dapat membuat tubuh kesulitan mengatur kadar gula darah secara optimal.

Tidak Perlu Menghindari Sepenuhnya

Kendati demikian, para ahli tidak menyarankan untuk langsung menghilangkan daging merah sepenuhnya.

“Saya selalu menyukai perubahan hidup yang berkelanjutan,” kata Patil-Sisodia.

Ia menyarankan untuk memulai dari langkah kecil, seperti mengganti sebagian konsumsi daging merah dengan sumber protein lain serta memilih daging yang tidak diolah.

Cara ini dinilai lebih realistis dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bukan Hubungan Sebab-Akibat

Penelitian ini juga memiliki keterbatasan, salah satunya karena menggunakan data konsumsi yang dilaporkan sendiri oleh partisipan.

“Karena penelitian ini bersifat potong lintang, hasilnya hanya menunjukkan adanya hubungan, tetapi tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat,” ujar Patil-Sisodia.

Oleh sebab itu, diperlukan penelitian lanjutan untuk memahami hubungan ini secara lebih mendalam. Dengan demikian, temuan ini sebaiknya dijadikan sebagai pertimbangan, bukan kesimpulan mutlak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang