Daftar Perusahaan yang PHK Karyawan di Juni 2026, Sektor Ini Paling Banyak 'Makan Korban'
Pemutusan hubungan kerja (PHK) masih menjadi fenomena yang mewarnai pasar tenaga kerja di Amerika Serikat sepanjang 2026. Meski jumlahnya mulai melambat dibandingkan tahun lalu, sejumlah perusahaan besar tetap mengumumkan pengurangan karyawan pada Juni 2026.
Data terbaru dari Worker Adjustment and Retraining Notification (WARN) menunjukkan laju PHK di Amerika Serikat cenderung melambat memasuki Juni. Namun, ketidakpastian ekonomi dan perubahan kebutuhan tenaga kerja akibat perkembangan teknologi masih membuat banyak perusahaan melakukan efisiensi.
Melansir dari Newsweek, Selasa, 9 Juni 2026, perusahaan kini menjadi lebih ramping dan selektif dalam merekrut pekerja, sementara otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) terus mengubah kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor.
Daftar Perusahaan yang PHK pada Juni 2026
Berdasarkan pengajuan WARN terbaru, perusahaan yang telah mengonfirmasi PHK pada Juni 2026 meliputi:
- Alliance
- Boys & Girls Club of the LA Harbor
- Community Healthlink
- FM Restaurants
- MarketSource
- Ryder
- Accel
- Gilead Sciences
- Battelle
- Wells Fargo
- Five Guys
- FreshRealm
- City National Bank
- Apple
- Joe's Crab Shack
- PNC Bank
Jumlah PHK Masih Tinggi, tapi Mulai Melambat
Menurut data LayoffAlert.org, jumlah PHK pada 2026 sejauh ini memang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang 2026, terdapat 2.083 pemberitahuan PHK melalui WARN yang berdampak pada sekitar 207.650 pekerja.
Sementara pada periode yang sama tahun 2025, jumlah pemberitahuan PHK mencapai 3.408 dengan total pekerja terdampak sebanyak 311.811 orang. Meski demikian, para pengamat memperingatkan bahwa perusahaan masih berpotensi mengumumkan PHK tambahan pada paruh kedua tahun ini.
Sektor yang Paling Tertekan
Kevin Thompson, CEO 9i Capital Group dan pembawa acara podcast 9innings, mengatakan tekanan terjadi di berbagai sektor ekonomi. "Anda melihat tekanan di berbagai sektor. Industri yang terdampak tarif, biaya transportasi, dan melemahnya permintaan konsumen menjadi yang paling merasakan dampaknya," ujarnya.
"PHK terjadi di sektor teknologi, manufaktur, transportasi, dan sektor barang konsumsi non-primer," jelasnya.
Berdasarkan data Challenger, Gray & Christmas sepanjang 2025-2026, sektor yang mengalami tekanan terbesar meliputi:
- Pemerintahan
- Teknologi
- Ritel
- Pergudangan dan logistik
- Jasa profesional
Di sisi lain, sektor kesehatan masih menjadi bidang dengan pertumbuhan perekrutan paling kuat.
AI Bukan Satu-satunya Penyebab
Alex Beene, instruktur literasi keuangan dari University of Tennessee at Martin, menilai AI bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan PHK. "Meskipun selama setahun terakhir banyak pihak langsung menunjuk AI sebagai penyebab utama sebagian besar PHK, penjelasan sebenarnya jauh lebih kompleks."
Menurutnya, integrasi AI mungkin menjelaskan PHK di sektor tertentu seperti teknologi, tetapi tidak untuk kehilangan pekerjaan yang lebih luas di bidang ritel dan transportasi. "Kenyataannya, banyak konsumen sudah mengalami tekanan keuangan dan mengurangi pengeluaran untuk berbagai hal, mulai dari membeli pakaian baru hingga makan di luar."
Cari Kerja Makin Sulit
Bagi pencari kerja, kondisi saat ini disebut sebagai pasar kerja dengan "perekrutan rendah dan PHK rendah". Artinya, perusahaan tidak banyak merekrut karyawan baru, tetapi juga tidak melakukan PHK besar-besaran seperti saat pandemi.
Lowongan pekerjaan masih tersedia, terutama di sektor:
- Kesehatan
- Pekerjaan teknis terampil (skilled trades)
- Teknik dan posisi spesialis
Namun tantangan masih besar di sektor:
- Teknologi
- Media
- Pekerjaan kantoran atau white-collar
"Menjadi semakin sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang berkualitas saat ini," kata Thompson. "Banyak orang harus menjalani beberapa tahap wawancara dengan panggilan lanjutan yang lebih sedikit, dan beberapa mengatakan mereka membutuhkan waktu 6 hingga 9 bulan untuk mendapatkan pekerjaan dengan tingkat yang setara. Hal itu memberikan tekanan pada tabungan, kartu kredit, dan dana pensiun."
Gelombang PHK sendiri diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa bulan mendatang. Banyak PHK yang diumumkan pada April dan Mei baru akan mulai berlaku pada akhir Juni, Juli, dan Agustus. Karena itu, perlambatan PHK pada Juni belum tentu menjadi tanda bahwa kondisi pasar kerja telah membaik.