Trik Simpan Daging Merah agar Awet 6 Bulan, Jangan Dicuci
Menyimpan daging merah segar agar tetap awet memang membutuhkan cara yang tepat. Banyak orang berpikir mencuci daging terlebih dahulu bisa membuatnya lebih bersih sebelum disimpan.
Padahal, menurut Chef Yogie Putranto, Sous Chef di HARRIS Hotel Sentul City – Bogor, kebiasaan tersebut justru bisa mempercepat pembusukan dan membuat daging terkontaminasi bakteri dari air.
Dalam artikel ini, kamu akan mengetahui alasan ilmiah di balik larangan mencuci daging sebelum disimpan, serta cara menyimpan daging merah yang benar agar tetap segar hingga berbulan-bulan.
1. Simpan Daging Segar Tanpa Dicuci Terlebih Dahulu
Setelah membeli daging di pasar, hindari langsung mencucinya dengan air. Menurut Chef Yogie saat diwawancara Kompas.com (Jumat, 12 Juni 2020), daging yang dicuci sebelum disimpan berisiko terpapar bakteri dari air mentah.
“Kalau dicuci dulu nanti terkontaminasi bakteri yang ada di air,” jelasnya. Sebagai gantinya, langsung masukkan daging segar ke dalam wadah tertutup rapat atau bungkus dengan plastik wrap kedap udara, lalu lapisi lagi menggunakan aluminium foil.
Cara ini menjaga vitamin alami dalam daging agar tidak rusak dan membantu mencegah oksidasi yang bisa membuat warna daging berubah.
Ilustrasi daging kambing. Benarkah daging kambing menyebabkan darah tinggi?
2. Pilih Daging yang Bersih dan Tidak Bercampur Darah
Daging berkualitas baik biasanya tampak segar, tidak berlendir, dan tidak tercampur darah. Yogie menyarankan agar pembeli memilih daging yang bersih dan tidak bercampur dengan jenis lain seperti ayam atau kerbau.
“Kalau bisa cari daging sapi yang steril. Jangan pilih yang bercampur dengan darah, karena darah itu yang bikin bau,” kata dia.
Darah yang menempel pada permukaan daging dapat mempercepat tumbuhnya bakteri dan membuat bau tidak sedap saat disimpan di kulkas.
3. Simpan Langsung ke Freezer untuk Daya Tahan Hingga 6 Bulan
Daging merah yang sudah dibungkus dengan benar sebaiknya langsung disimpan dalam freezer. Dalam kondisi tertutup rapat, daging bisa awet hingga enam bulan tanpa menurunkan kualitasnya.
Jika kamu membeli daging dalam jumlah banyak, sebaiknya pisahkan menjadi porsi kecil misalnya 250 gram atau 500 gram agar mudah diambil sesuai kebutuhan tanpa harus mencairkan seluruh stok.
Ilustrasi daging sapi dengan marbling asli dan daging meltique
4. Cairkan Daging dengan Benar Sebelum Dimasak
Ketika hendak digunakan, daging beku perlu melalui proses pencairan atau thawing. Chef Yogie menyarankan cara alami, yakni dengan memindahkan daging ke chiller bersuhu 0–5 derajat celsius.
“Biarkan prosesnya secara natural, itu yang bagus. Misalnya mau dimasak besok, hari ini keluarkan dan taruh di chiller,” ujarnya.
Alternatif lainnya adalah mencairkan daging di bawah air mengalir (running water). Namun, jika memilih cara ini, daging harus segera dimasak dalam waktu kurang dari dua jam karena sudah terpapar bakteri dari air. Daging yang sudah dicairkan juga tidak boleh dibekukan kembali ke dalam freezer.
5. Potong Sesuai Kebutuhan Sebelum Disimpan
Agar lebih praktis dan higienis, Chef Yogie menyarankan untuk meminta penjual memotong daging sesuai kebutuhan misalnya per setengah atau seperempat kilogram.
“Supaya dagingnya ini tidak keluar masuk freezer. Sekali ambil langsung habis dimasak,” tutupnya.