Gara-gara Jensen Huang Mau Makan Samgyeopsal, Saham Daging Babi Ikut Naik

Pengaruh CEO Nvidia, Jensen Huang, terhadap pasar saham tampaknya sudah mencapai level yang tidak biasa.
Jika sebelumnya komentar Huang mampu mengerek saham perusahaan teknologi, kini spekulasi soal lokasi makan malamnya bahkan disebut ikut mendongkrak saham produsen daging babi di Korea Selatan.
Fenomena ini terjadi menjelang kunjungan Huang ke Korea Selatan pada awal Juni 2026. Saat itu, investor dan pelaku pasar ramai membahas kemungkinan pertemuan Huang dengan sejumlah petinggi konglomerasi Korea Selatan.
Menurut laporan media lokal, Huang disebut berpotensi bertemu Ketua LG Group Koo Kwang-mo, Ketua SK Group Chey Tae-won, serta pendiri Naver Lee Hae-jin di sebuah restoran samgyeopsal di kawasan Seongsu, Seoul.
Samgyeopsal sendiri merupakan hidangan khas Korea berupa irisan daging babi panggang yang biasanya disantap bersama soju atau bir.
Picu reaksi pasar
Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai lokasi pertemuan tersebut, rumor itu langsung memicu reaksi pasar yang tak terduga.
Saham perusahaan pengolahan daging babi Korea Selatan, Sunjin, tercatat naik sekitar 4,75 persen. Sementara saham perusahaan peternakan dan makanan ternak Woorison F&G melonjak sekitar 6,61 persen.
Kenaikan tersebut terjadi karena sebagian investor berspekulasi bahwa perhatian media terhadap samgyeopsal dan budaya kuliner Korea akan ikut menguntungkan perusahaan-perusahaan terkait.
Dalam unggahan akun X resmi @nvidianewsroom, Jensen Huang tampak mencoba beberapa makanan di pasar malam pada Minggu (24/5/2026).
Fenomena ini menjadi bagian dari apa yang kini dijuluki sebagai "Jensen Huang Effect", yaitu kondisi ketika komentar, agenda perjalanan, atau aktivitas CEO Nvidia mampu memengaruhi harga saham perusahaan tertentu.
Sebelumnya, efek serupa terlihat saat Huang menghadiri Computex 2026 di Taiwan.
Dalam acara tersebut, Huang menyebut perusahaan semikonduktor asal AS, Marvell Technology, sebagai salah satu kandidat perusahaan teknologi berikutnya yang berpotensi mencapai valuasi 1 triliun dollar AS.
Tak lama setelah pernyataan tersebut, saham Marvell melonjak hingga 33 persen dalam sehari. Lonjakan itu menambah sekitar 50 miliar dollar AS atau sekitar Rp 810 triliun pada nilai perusahaan.
Di Korea Selatan, fenomena ini bahkan berkembang lebih jauh. Investor mulai memantau jadwal perjalanan Huang layaknya indikator pasar.
Sebuah situs bernama Jensen Huang KR Tracker diluncurkan khusus untuk memantau keberadaan Huang, agenda pertemuannya, hingga saham-saham yang berpotensi terdampak oleh kunjungan tersebut.
Menurut laporan media Korea, Joong Ang Daily dan dikutip KompasTekno, situs tersebut telah dikunjungi puluhan ribu orang hanya dalam beberapa hari.
Saham lain ikut terkatrol
Tak hanya saham daging babi, sejumlah saham perusahaan teknologi Korea Selatan seperti LG Electronics, Naver, dan Doosan Robotics juga sempat menguat setelah muncul spekulasi bahwa Huang akan bertemu pimpinan perusahaan-perusahaan tersebut.
Meski demikian, sejumlah analis mengingatkan bahwa kenaikan saham yang didorong rumor dan sentimen semacam ini berisiko meningkatkan volatilitas pasar.
Peneliti Kiwoom Securities, Han Ji-young, mengatakan bahwa pasar menjadi lebih rentan ketika investor lebih fokus pada narasi dan spekulasi dibanding fundamental perusahaan.
Fenomena ini juga memicu perdebatan di kalangan investor global. Banyak pengguna forum investasi mempertanyakan apakah pasar saham saat ini terlalu bergantung pada figur tertentu, terutama di tengah demam kecerdasan buatan (AI) yang masih berlangsung.
Namun setidaknya untuk saat ini, satu hal terlihat jelas, pengaruh Jensen Huang tidak lagi terbatas pada industri chip dan AI. Bahkan kabar soal menu makan malamnya pun kini mampu menggerakkan harga saham.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang