4 Tempat Makan Legendaris di Jakarta yang Belum Banyak Diketahui Turis, Hidden Gem Banget!
Jakarta dikenal sebagai kota dengan pilihan kuliner yang tak ada habisnya. Namun di balik ramainya restoran baru dan kafe kekinian, ada sejumlah tempat makan legendaris yang justru jarang tersorot wisatawan atau dikenal dengan istilah hidden gem.
Tempat-tempat ini menyimpan cita rasa autentik Jakarta yang diwariskan lintas generasi, sekaligus menawarkan pengalaman kuliner otentik yang tak mudah ditemukan di pusat-pusat wisata populer. Berikut empat hidden gem kuliner lawas di Jakarta yang tetap eksis, punya pelanggan loyal, dan wajib masuk daftar eksplorasi untuk Anda yang ingin merasakan “rasa asli” ibu kota.
1. Soto Betawi H. Maruf
Soto Betawi H. Maruf yang berlokasi di daerah Cikini ini sudah berdiri sejak 1940-an dan menjadi salah satu ikon kuliner Betawi paling tua di Jakarta. Meski namanya dikenal food enthusiast lokal, banyak turis yang belum mengetahui kedai sederhana yang terletak di kawasan Cikini ini.
Kuahnya yang gurih, berpadu daging empuk dan aroma rempah yang kuat, membuat soto ini sering disebut salah satu yang terbaik di Jakarta. Suasananya juga tetap dipertahankan klasik, memberi pengalaman makan yang hangat seperti “rumah Betawi tempo dulu”.
2. Bakmi Aboen
Berdiri sejak 1950-an, Bakmi Aboen adalah legenda terselubung di Pasar Baru yang sering dilewatkan wisatawan karena lokasinya tersembunyi di dalam gang kecil di daerah Pasar Baru.
Bakmi ayamnya terkenal bertekstur kenyal dengan topping ayam yang gurih tanpa MSG. Meja-meja kayu sederhana, dapur terbuka, dan aroma kaldu yang memenuhi ruangan menambah kesan otentik yang jarang ditemukan di restoran modern.
3. Gado-Gado Bonbin
Selain Soto Betawi H. Maaruf, Anda juga bisa mencoba Gado-Gado Bonbin yang juga berlokadi di Cikin. Ini merupakan salah satu gado-gado tertua di Jakarta yang berdiri sejak 1960. Banyak warga Jakarta mengenalnya, tetapi turis kerap melewatinya karena lokasinya yang tidak berada di jalur wisata utama.
Menu utamanya sederhana, yakni gado-gado dengan bumbu kacang yang dibuat segar setiap hari. Rasa manis, gurih, dan sedikit pedas berpadu sempurna, menciptakan rasa khas yang telah diwariskan lintas generasi.
4. Nasi Uduk Kebon Kacang Zainal Fanani
Meski kawasan Tanah Abang dikenal sebagai pusat belanja, tidak banyak wisatawan yang benar-benar mengeksplor kuliner lamanya. Nasi Uduk Kebon Kacang Zainal Fanani yang berlokasi di Tanah Abang ini menjadi salah satu legenda sejak 1980-an.
Ciri khas nasi gurih yang pulen, sambal pedas, serta lauk ayam goreng renyah dan sate usus yang menjadi favorit pelanggan. Di malam hari, kawasan ini berubah menjadi sentra nasi uduk kaki lima yang selalu ramai pelanggan lokal.
Empat tempat makan ini membuktikan bahwa kuliner legendaris Jakarta tidak hanya soal nama besar, tetapi juga tentang ketekunan menjaga resep lama dan atmosfer yang tidak berubah oleh waktu. Bagi siapa pun yang ingin mencicipi rasa autentik Jakarta, hidden gem kuliner lawas ini patut menjadi destinasi utama.