Bentuk Bokong Bisa Prediksi Tanda Risiko Diabetes, Cek di Sini!
Bentuk bokong ternyata bukan sekadar soal estetika. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa struktur otot bokong dapat memberikan gambaran kondisi kesehatan seseorang, terutama terkait metabolisme tubuh dan risiko diabetes tipe 2.
Studi ini dilakukan oleh tim peneliti dari University of Westminster, Inggris, yang menganalisis 61.290 data MRI menggunakan teknologi pencitraan canggih. Lewat pemetaan MRI tiga dimensi, peneliti menemukan bahwa bentuk otot dapat mencerminkan perubahan metabolisme dalam tubuh.
Hasil analisis menunjukkan adanya pola khas pada gluteus maximus (otot bokong) yang berbeda antara pria dan wanita. Menariknya, pola tersebut berkaitan erat dengan kondisi diabetes tipe 2.
“Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang lebih fokus pada ukuran otot atau kadar lemak, kami menggunakan pemetaan bentuk 3D untuk melihat secara detail bagian otot mana yang mengalami perubahan. Pendekatan ini memberi gambaran yang jauh lebih menyeluruh,” ujar peneliti senior di Research Centre for Optimal Health, University of Westminster, Marjola Thanaj, Ph.D. dikutip dari Times of India, Selasa 13 Januari 2026.
Penelitian ini memanfaatkan data dari UK Biobank, sebuah basis data kesehatan berskala besar yang mencakup hasil MRI, pengukuran fisik, data demografi, penanda penyakit, riwayat medis, hingga kuesioner gaya hidup para relawan. Secara keseluruhan, peneliti menganalisis 86 variabel berbeda untuk memetakan hubungan antara perubahan bentuk otot dan kondisi kesehatan dari waktu ke waktu.
Menurut Dr. Thanaj, orang dengan tingkat kebugaran lebih baik, yang diukur dari aktivitas fisik berat dan kekuatan genggaman tangan, cenderung memiliki gluteus maximus yang lebih besar. Sebaliknya, penuaan, kerapuhan fisik, dan kebiasaan duduk terlalu lama berkaitan dengan penipisan otot bokong.
Peneliti juga menemukan perbedaan mencolok antara pria dan wanita penderita diabetes tipe 2. Pada pria, kondisi ini umumnya ditandai dengan penyusutan otot, sementara pada wanita justru terlihat pembesaran otot, yang diduga akibat infiltrasi lemak ke dalam jaringan otot. Pria dengan kondisi fisik rapuh mengalami penyusutan otot secara menyeluruh, sedangkan pada wanita dampaknya hanya muncul di area tertentu.
Secara keseluruhan penelitian ini menegaskan bahwa pria dan wanita memiliki respons biologis yang berbeda terhadap penyakit yang sama.
“Perubahan bentuk gluteus maximus dapat menjadi tanda awal penurunan fungsi tubuh dan gangguan metabolisme pada penderita diabetes tipe 2. Temuan ini juga mencerminkan perbedaan respons toleransi insulin antara pria dan wanita, yang masih memerlukan penelitian lanjutan,” tulis para peneliti.