Top 7+ Makanan Penurun Kolesterol yang Cocok Dikonsumsi Setelah Makan Daging
Hari raya Idul Adha selalu identik dengan aneka olahan daging yang menggugah selera, mulai dari sate, dendeng hingga gulai.
Namun, konsumsi daging dalam jumlah banyak juga perlu diimbangi dengan pola makan yang lebih sehat agar kadar kolesterol tetap terjaga.
Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan adalah mengonsumsi makanan penurun kolesterol setelah menyantap hidangan daging.
Dilansir dari , ada beberapa makanan yang bisa kamu konsumsi untuk membantu menjaga keseimbangan tubuh tanpa mengurangi kenikmatan momen Idul Adha.
Kacang-kacangan

Kacang-kacangan seperti kenari, kacang almond, kacang mete, kacang tanah dan pistachio dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDLD, trigliserida dan kolesterol total.
Dengan mengonsumsi satu porsi kacang per hari dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 30 persen.
Misalnya, kenari yang memiliki sumber kaya asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk kesehatan jantung, sementara kacang almond khususnya mengandung fitosterol alami yang dapat menurunkan kolesterol LDL.
Ikan berlemak
Ilustrasi salmon segar atau salmon mentah yang dijual di supermarket.
Ikan berlemak seperti salmon dan makarel menjadi sumber yang sangat baik dari asam lemak omega 3 rantai panjang.
Dengan mengonsumsi ikan ini dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL dan menurunkan kadar kolesterol LDL, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, penyakit jantung, hipertensi, aritmia dan serangan jantung.
Selain itu, makan ikan berlemak juga dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol HLD dan penurunan kadar trigliserida.
Biji-bijian
Ilustrasi legume atau kacang-kacangan.
Legumes, termasuk kacang-kacangan atau biji-bijian yang meliputi kacang polong dan lentil adalah kelompok makanan nabati yang memiliki banyak manfaat kesehatan.
Mengonsumsi kacang-kacangan secara teratur dapat menurunkan LDL dalam darah yang merupakan risiko untuk penyakit jantung.
Selain itu, makan kacang-kacang dapat membantu menurunkan risiko obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi dan peradangan.
Alpukat
Ilustrasi alpukat.
Alpukat ini merupakan buah yang kaya lemak tak jenuh tunggal dan serat yang membantu menurunkan kadar LDL dan meningkatkan kolesterol HDL.
Mengonsumsi satu buah alpukat setiap hari dapat menurunkan kadar LDL lebih banyak daripada yang tidak mengonsumsinya.
Mengganti lemak lain dengan alpukat dapat menjadi cara untuk menurunkan kolesterol total, LDL, dan trigliserida.
Biji-bijian utuh
ilustrasi biji-bijian
Penelitian yang luas menghubungkan konsumsi biji-bijian dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
Biji-bijian utuh kaya akan vitamin, mineral, senyawa tanaman dan serat yang lebih tinggi dibandingkan biji-bijian olahan.
Dua jenis biji-bijian yang perlu diperhatikan adalah gandum dan jelai, karena keduanya mengandung beta-glukan yang membantu menurunkan kolesterol LDL.
Buah-buahan dan beri
Ilustrasi buah strawberry, stroberi. 4 Cara Terbaik Mencuci Buah Strawberry yang Benar Menurut Ahli
Buah-buah adalah tambahan yang sangat baik untuk diet sehat jantung karena kandungan serat larutan yang tinggi.
Serat larut membantu menurunkan kadar kolesterol dengan membuangnya dari tubuh dan menghambat produksi kolesterol oleh hati.
Dalam buah-buah seperti apel, anggur, jeruk dan stroberi terdapat pektin atau jenis serat larut yang dapat menurunkan kolesterol hingga 10 persen.
Buah-buahan juga mengandung senyawa bioaktif seperti antosianin, serat dan pitosterol yang dapat memiliki efek antioksidan dan anti inflamasi.
Selain itu, mengonsumsi buah beri juga dapat meningkatkan kolesterol HDL dan menurunkan kolesterol LDL.
Cokelat hitam dan kakao
ilustrasi cokelat
Siapa sangka jika cokelat hitam juga bisa menjadi pilihan makanan yang cocok dikonsumsi setelah makan daging. Penelitian menunjukkan bahwa cokelat hitam dan kakao bisa menurunkan kadar kolesterol LDL.
Ditemukan bahwa konsumsi makanan kakao dua kali sehari selama sebulan menghasilkan penurunan kadar kolesterol LDL, penurunan tekanan darah dan peningkatan kadar kolesterol HDL.
Senyawa dalam kakao seperti polifenol dan resveratrol dapat membantu manajemen kolesterol dengan mencegah oksidasi kolesterol LDL dan meningkatkan kolesterol HDL.
Namun perlu diperhatikan bahwa cokelat juga mengandung gula yang cukup tinggi. Pastikan juga cokelat yang kamu konsumsi mengandung kakao 75 persen sampai 85 persen atau lebih tinggi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang