Kebanyakan Ngopi? Ini Dampaknya pada Tubuh dan Cara Memulihkannya
Bagi banyak orang, pagi rasanya belum lengkap tanpa secangkir kopi. Namun, tanpa disadari, bisa jadi kita overdosis kafein, tandanya adalah jantung berdebar, tangan gemetar, gelisah, hingga sulit tidur.
Kondisi ini umum terjadi dan biasanya tidak berbahaya, tetapi tetap membuat tubuh tidak nyaman.
Untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana mengatasinya, para ahli gizi terdaftar seperti Rhyan Geiger, RDN, dan Devon Golem, PhD, RD, LDN, memberikan penjelasannya.
Dampak terlalu banyak ngopi
Kafein memengaruhi banyak sistem tubuh. Menurut Devon Golem, konsumsi lebih dari 400 mg kafein per hari bisa memicu gejala seperti:
- tubuh gelisah dan gugup
- jantung berdebar
- gangguan pencernaan
- otot berkedut
Pada dosis ekstrem, lebih dari 1.200 mg kafein, dapat menimbulkan kondisi toksik seperti kejang.
Rhyan Geiger menambahkan, asupan kafein berlebih juga dapat menyebabkan:
- kecemasan
- iritabilitas
- masalah tidur, terutama jika diminum di sore atau malam hari
Batas aman untuk orang dewasa sehat adalah maksimal dua hingga tiga cangkir (12 ons per cup) per hari.
Apa yang harus dilakukan jika kebanyakan ngopi?
Terlalu banyak kafein umumnya hanya berdampak sementara. Namun, Anda bisa melakukan langkah-langkah sederhana berikut untuk membantu tubuh kembali stabil:
1. Hentikan konsumsi kafein
Begitu muncul tanda-tanda seperti tangan gemetar atau jantung berdebar, segera berhenti minum kopi atau minuman berkafein lainnya.
Kafein bersifat diuretik, sehingga minum air minimal 16 ons (sekitar 470 ml) membantu mencegah dehidrasi.
2. Makan sesuatu
Kafein yang diminum saat perut kosong akan terasa lebih kuat efeknya.

Mengonsumsi makanan atau camilan berprotein dan karbohidrat dapat menstabilkan respons tubuh.
3. Beri waktu tubuh memproses kafein
Tidak ada cara instan untuk menghilangkan kafein. Tubuh biasanya membutuhkan waktu 3–10 jam untuk memetabolisme kafein sepenuhnya.
Kesabaran sering kali menjadi solusi terbaik.
4. Lakukan aktivitas menenangkan
Jika tubuh terasa gelisah atau cemas, lakukan kegiatan ringan seperti:
- teknik pernapasan dalam
- mendengarkan musik tenang
- berjalan santai
- kompres dingin
Aktivitas ini membantu mengalihkan fokus dari rasa tidak nyaman.
5. Cari bantuan jika gejala berat
Walau jarang berbahaya, gejala seperti detak jantung tidak teratur, kecemasan berat, atau muntah-muntah perlu perhatian medis.
Hubungi 112 (Nomor Darurat Tunggal) atau 119 (Ambulans/Kemenkes) untuk situasi gawat darurat medis di Indonesia.
Cara mencegah kebanyakan ngopi
Kunci utama adalah kesadaran dan pengaturan kebiasaan:
1. Pantau semua sumber kafein
Kafein tidak hanya ada di kopi, tetapi juga:
- teh
- soda
- cokelat
- minuman energi
- obat-obatan tertentu
- suplemen
Bisa jadi total harianmu lebih tinggi dari yang disadari.
2. Perhatikan ukuran gelas
Satu cup standar = 12 ons.
Namun di kedai kopi, ukuran seperti Venti (20 ons) setara hampir dua porsi kopi sekaligus.
3. Beri jeda ngopi
Atur batasan, misalnya maksimum dua cangkir per hari dengan jeda minimal tiga jam.
4. Batasi ngopi setelah tengah hari
Kafein yang diminum sore hari meningkatkan risiko insomnia.
5. Minum cukup air putih
Air membantu mengurangi risiko dehidrasi dan mengimbangi efek diuretik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang