Panduan Doa Qunut Witir Separuh Kedua Ramadhan: Hukum, Tata Cara, dan Teks Lengkap

Umat Islam malam ini akan memasuki pertengahan bulan Ramadhan atau yang dikenal dengan istilah Nisfu Ramadhan. Momen ini menjadi istimewa karena adanya perbedaan dalam tata cara ibadah salat malam, yakni anjuran membaca doa qunut pada rakaat terakhir salat Witir.
Praktik membaca doa qunut ini mulai dilaksanakan pada malam ke-16 Ramadhan hingga akhir bulan suci. Lantas, bagaimana hukum, dalil, dan bacaan lengkapnya?
Dalil dan Sejarah Qunut di Pertengahan Ramadhan
Anjuran membaca doa qunut pada separuh kedua bulan Ramadhan bukanlah tanpa alasan. Terdapat sejumlah dalil kuat yang menjadi landasan, mulai dari atsar (perkataan sahabat Nabi) hingga pendapat para ulama salaf.
Pakar hadis terkemuka, Imam al-Hafiz al-Baihaqi (wafat 458 H), dalam kitab As-Sunan al-Kubra, meriwayatkan sebuah keterangan dari kalangan tabi’in mengenai praktik ini. Disebutkan bahwa sahabat Nabi, Ubay bin Ka’ab, pernah mempraktikkannya saat menjadi imam.
“Abu ‘Ali ar-Rudzbari mengabarkan kepada kami... dari sebagian sahabatnya, bahwa Ubay bin Ka’ab pernah mengimami mereka, yakni pada bulan Ramadhan, dan beliau membaca qunut pada setengah akhir bulan Ramadhan,” (HR. Abu Dawud dalam As-Sunan al-Kubra).
Berdasarkan tinjauan hukum Islam, membaca doa qunut pada paruh akhir Ramadhan hukumnya adalah sunnah. Hal ini dikonfirmasi oleh Imam an-Nawawi (wafat 676 H), ulama besar dari Mazhab Syafi’i.
Dalam karyanya Al-Adzkar, Imam an-Nawawi menegaskan bahwa penganut Mazhab Syafi’i sangat menganjurkan amalan ini dilakukan pada rakaat terakhir salat Witir setelah rangkaian salat Tarawih.
“Menurut mazhab kami (Syafi’iyyah), disunnahkan membaca qunut pada setengah akhir bulan Ramadhan, yaitu pada rakaat terakhir shalat Witir,” tulis Imam an-Nawawi sebagaimana dikutip dari laman resmi MUI.
Artinya, jika dikerjakan akan mendatangkan pahala yang besar, namun jika ditinggalkan tidak menimbulkan dosa bagi jamaah maupun imam.
Bacaan Doa Qunut: Teks Arab, Latin, dan Artinya
Secara umum, bacaan doa qunut yang dibaca saat salat Witir sama dengan doa qunut yang biasa dibaca pada salat Subuh. Berikut adalah teks lengkapnya:
Teks Arab:
اَللّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، وَأَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Teks Latin:
Allahummahdina fi man hadait. Wa ‘afina fi man afait. Wa tawallana fi man tawallait. Wa barik lana fi ma a’thait. Wa qina syarra ma qadhait. Fa innaka taqdhi wa la yuqdha alaik. Wa innahu la yudzillu man walait. Wa la ya’izzu man ‘adait. Tabarakta rabbana wa ta’alait. Fa lakal hamdu ‘ala ma qadhait. Wa astaghfiruka wa atubu ilaik. Wa shallallahu ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala ‘alihi wa shahbihi wa sallam.
Terjemahan:
"Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan. Dan berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan terkena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau. Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau."
Dengan memasuki pertengahan bulan Ramadhan, umat Islam diharapkan dapat terus istiqamah dalam menjalankan ibadah, baik wajib maupun sunnah, hingga akhir bulan suci nanti.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang