Tata Cara Shalat Taubat di Bulan Ramadhan, Lengkap dengan Niat dan Dalilnya

Ilustrasi salat.
Ilustrasi salat.

Bulan Ramadhan dikenal sebagai momentum terbaik untuk memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri. Di bulan yang penuh ampunan ini, setiap Muslim dianjurkan memperbanyak istighfar, memohon rahmat Allah, serta meninggalkan segala bentuk maksiat. 

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang kembali kepada Allah dengan taubat yang sungguh-sungguh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam ajaran Islam, taubat merupakan kewajiban bagi siapa pun yang melakukan dosa. Menunda taubat justru menjadi kesalahan baru yang juga harus ditaubati. Karena itu, para ulama menganjurkan agar ketika seseorang hendak bertaubat, ia terlebih dahulu melaksanakan shalat sunnah dua rakaat yang dikenal sebagai shalat taubat.

Islam menegaskan bahwa manusia tidak luput dari dosa. Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Artinya: “Setiap anak keturunan Adam adalah orang yang berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah orang yang bertaubat.” (HR. Ibnu Majah; lihat Ibnu Hajar Al-Asqalani, Bulûghul Marâm, [Semarang: Usaha Keluarga], tt., hal. 302)

Hadits ini menjadi pengingat bahwa kesalahan adalah bagian dari fitrah manusia. Namun kemuliaan seseorang terletak pada kesediaannya untuk kembali kepada Allah dan memperbaiki diri. Ramadhan menjadi waktu yang sangat tepat untuk melakukannya.

Dalil Shalat Taubat

Anjuran shalat taubat didasarkan pada hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari sahabat Ali bin Abi Thalib, dari sahabat Abu Bakar As-Shidiq. Rasulullah bersabda:

مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ، ثُمَّ يُصَلِّي ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ إِلَّا غَفَرَ لَهُ

Artinya: “Tidaklah seseorang berbuat dosa lalu ia beranjak bersuci, melakukan shalat kemudian beristighfar meminta ampun kepada Allah kecuali Allah mengampuninya.”

Hadits ini menunjukkan bahwa setelah melakukan dosa, seseorang dianjurkan untuk bersuci, menunaikan shalat, lalu memohon ampun kepada Allah. Rangkaian inilah yang dikenal sebagai shalat taubat.

Tata Cara dan Niat Shalat Taubat

Mengutip dari NU Online, Kamis, 5 Maret 2026, pelaksanaan shalat taubat pada dasarnya sama seperti shalat sunnah lainnya, terdiri dari dua rakaat dengan bacaan sebagaimana shalat pada umumnya. Waktu pelaksanaannya bisa kapan saja di luar waktu-waktu yang dilarang untuk shalat.

Adapun niat shalat taubat adalah:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِ

“Ushallî sunnatat taubati (saya berniat shalat sunnah taubat).”

Setelah selesai shalat dua rakaat, dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, disertai penyesalan mendalam atas dosa yang telah dilakukan, bertekad kuat untuk tidak mengulanginya, serta berusaha memperbaiki kesalahan jika berkaitan dengan hak orang lain.

Ramadhan, Momentum Terbaik untuk Taubat

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bulan Ramadhan sering disebut sebagai bulan maghfirah, bulan ampunan. Pada bulan ini, pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Suasana spiritual yang kuat menjadikan hati lebih mudah tersentuh dan terdorong untuk kembali kepada Allah.

Melaksanakan shalat taubat di bulan Ramadhan menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan. Terlebih jika dilakukan di malam hari setelah shalat tarawih atau pada sepertiga malam terakhir, saat doa-doa lebih mustajab.