Tata Cara Shalat Idul Fitri Lengkap: Niat, Hukum, dan Panduan Takbir Sesuai Sunah

Hari Raya Idul Fitri merupakan momentum agung bagi umat Islam di seluruh dunia.
Ibadah ini menjadi penutup rangkaian puasa Ramadhan sekaligus pembuka lembaran baru dalam keadaan suci.
Salah satu syiar utama dalam merayakan hari kemenangan ini adalah pelaksanaan shalat Idul Fitri.
Berbeda dengan shalat fardhu lima waktu, shalat Idul Fitri memiliki tata cara khusus yang sarat akan makna simbolis kemenangan spiritual dan ungkapan syukur kepada Allah SWT.
Hukum Shalat Idul Fitri
Dikutip dari lirboyo.net, mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum melaksanakan shalat Idul Fitri adalah sunah muakkadah, atau sunah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan.
Namun, dalam pandangan Madzhab Hanafi, ibadah ini memiliki hukum yang lebih kuat, yakni wajib.
Ketetapan ini bersandar pada hadits sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى، فَأَوَّلُ شَيْءٍ يَبْدَأُ بِهِ الصَّلَاةُ، ثُمَّ يَنْصَرِفُ، فَيَقُومُ مُقَابِلَ النَّاسِ، وَالنَّاسُ جُلُوسٌ عَلَى صُفُوفِهِمْ
"Rasulullah ﷺ biasa keluar pada hari Idulfitri dan Iduladha menuju tanah lapang. Hal pertama yang beliau lakukan adalah shalat. Kemudian beliau selesai dan berdiri menghadap manusia, sementara orang-orang tetap duduk di saf-saf mereka." (HR. Bukhari).
Waktu Pelaksanaan
Bagi masyarakat yang hendak menunaikan ibadah ini, waktu dimulainya shalat Idul Fitri adalah sejak matahari terbit setinggi tombak.
Jika dikonversi ke waktu saat ini, yakni sekitar 15 menit setelah matahari terbit hingga sesaat sebelum memasuki waktu dzuhur.
Tata Cara dan Urutan Rakaat
Shalat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat dengan tambahan takbir di luar takbiratul ihram.
Berikut adalah rinciannya:
1. Rakaat Pertama
- Niat: Memantapkan tujuan di dalam hati.
- Takbiratul Ihram.
- Membaca Doa Iftitah.
- Takbir sebanyak 7 kali: Di sela-sela takbir, disunahkan membaca tasbih.
- Membaca Surah Al-Fatihah dan disunnahkan membaca Surah Al-A’la.
- Ruku’, i’tidal, dan sujud dilakukan seperti shalat biasa.
2. Rakaat Kedua
- Berdiri dari sujud rakaat pertama.
- Takbir sebanyak 5 kali.
- Membaca Surah Al-Fatihah dan disunnahkan membaca Surah Al-Ghasyiyah.
- Melanjutkan rukun shalat hingga salam.
Bacaan Niat dan Tasbih
Untuk mempermudah jamaah, berikut adalah lafadz niat shalat Idul Fitri:
Lafadz Niat Imam:
نَوَيْتُ صَلَاةَ عِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى
(Nawaitu ṣalāta ‘Īdil-Fiṭri rak‘ataini imāman lillāhi ta‘ālā).
Lafadz Niat Makmum:
نَوَيْتُ صَلَاةَ عِيدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى
(Nawaitu ṣalāta ‘Īdil-Fiṭri rak‘ataini ma’mūman lillāhi ta‘ālā).
Di sela-sela takbir (7 kali pada rakaat pertama dan 5 kali pada rakaat kedua), jamaah disunnahkan membaca kalimat thoyyibah:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ
(Subḥānallāh wal-ḥamdu lillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar).
Khutbah Setelah Shalat
Berbeda dengan shalat Jumat yang mendahulukan khutbah, dalam shalat Idul Fitri, khutbah dilaksanakan setelah shalat selesai.
Hal ini sesuai dengan hadits dari Jundub RA:
عَنْ الْأَسْوَدِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ: سَمِعْتُ جُنْدَبًا قَالَ :شَهِدْتُ النَّبِيَّ ﷺ صَلَّى يَوْمَ عِيدٍ، ثُمَّ خَطَبَ
"Dari al-Aswad bin Qais, ia berkata: Aku mendengar Jundub berkata: 'Aku menyaksikan Nabi ﷺ melaksanakan salat pada hari raya, kemudian beliau berkhutbah'." (HR. Bukhari).
Hikmah Kemenangan: Kembali ke Fitrah
Imam Al-Ghazali dalam kitabnya, Ihya Ulumuddin, menjelaskan bahwa Idul Fitri adalah simbol kembalinya manusia kepada kesucian.
Hari Raya bukan sekadar seremoni, melainkan momentum pengampunan dosa dan pembukaan lembaran hidup yang baru.
Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 185:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِ... وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
"...Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur."
shalat Idul Fitri menjadi deklarasi bahwa seorang hamba telah berhasil melewati "madrasah" Ramadhan.
Dengan hati yang suci dan dosa yang terampuni, setiap Muslim diharapkan mampu memulai kehidupan yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi sesama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang