Astana Giribangun: Sejarah, Lokasi, dan Tata Cara Ziarah ke Makam Soeharto di Karanganyar

Astana Giribangun, Solo, Karanganyar, Soeharto, wisata religi, SOLO, makam Soeharto, wisata religi Solo, di mana makam soeharto, di mana makam presiden soeharto, Astana Giribangun: Sejarah, Lokasi, dan Tata Cara Ziarah ke Makam Soeharto di Karanganyar, Lokasi Astana Giribangun dan Sejarah Pembangunannya, Tiga Cungkup Makam dalam Kompleks Astana Giribangun, Tata Cara Ziarah ke Astana Giribangun, Fasilitas di Astana Giribangun, Larangan Foto di Area Makam Utama, Akses Menuju Astana Giribangun

Astana Giribangun merupakan salah satu destinasi wisata ziarah paling populer di Jawa Tengah. Kompleks makam yang berada di Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, ini menjadi tempat peristirahatan terakhir Presiden ke-2 RI Soeharto dan Ibu Tien Soeharto.

Berlokasi di kawasan wisata Gunung Lawu yang terkenal dengan objek wisata seperti Air Terjun Tawangmangu, Candi Sukuh, Candi Cetho, dan Air Terjun Jumog, Astana Giribangun selalu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.

Menurut buku Wisata Ziarah: 90 Destinasi Wisata Ziarah & Sejarah di Jogja, Solo, Magelang, Semarang, Cirebon, kompleks makam ini memiliki nilai sejarah yang kuat dan menjadi salah satu situs religi terpenting di Karanganyar.

Lokasi Astana Giribangun dan Sejarah Pembangunannya

Astana Giribangun terletak di Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih, sekitar 18 kilometer dari pusat Kota Karanganyar.

Kompleks makam seluas 4,3 hektar ini berdiri di atas Bukit Ngipik, tepat di bawah Astana Mangadeg, kompleks pemakaman para penguasa Mangkunegaran.

Letak Astana Giribangun yang berada lebih rendah dari Astana Mangadeg bukan tanpa alasan.

Posisi itu dipilih sebagai bentuk penghormatan kepada para pemimpin Mangkunegaran, mengingat Ibu Tien Soeharto adalah keturunan Mangkunegoro III.

Pembangunan makam ini dimulai pada 27 November 1974 dan diresmikan pada 23 Juli 1976, ditandai dengan pemindahan makam ayah dan kakak sulung Ibu Tien dari pemakaman umum Toroloyo ke lokasi baru.

Tiga Cungkup Makam dalam Kompleks Astana Giribangun

Kompleks Astana Giribangun diperuntukkan bagi keluarga besar Presiden Soeharto dan Yayasan Ibu Tien Soeharto.

Di dalamnya terdapat tiga cungkup makam, masing-masing memiliki fungsi yang berbeda:

1. Cungkup Argo Sari (Paling Tinggi)

Bangunan utama berbentuk joglo khas Surakarta.

Di sinilah Presiden Soeharto dan Ibu Tien Soeharto dimakamkan.

2. Cungkup Argo Kembang

Terletak di bawah Argo Sari.

Difungsikan untuk makam anak-anak dan menantu keluarga Soeharto.

3. Cungkup Argo Tuwuh

Paling bawah.

Diperuntukkan bagi pengurus Yayasan Ibu Tien Soeharto.

Pintu utama makam berada di sisi utara. Pada sisi selatan, kompleks berbatasan langsung dengan sebuah jurang yang di bawahnya mengalir Kali Samin yang berkelok indah.

Terdapat pula pintu timur yang terhubung langsung dengan Astana Mangadeg, namun pintu tersebut tidak pernah dibuka untuk umum.

Astana Giribangun menjadi salah satu tempat wisata religi teramai di Jawa Tengah.

Setiap hari, kompleks makam ini dikunjungi sekitar 3.000 peziarah, baik dari kalangan pejabat, tokoh masyarakat, pelajar, hingga warga biasa.

Pada musim liburan sekolah, jumlah pengunjung bahkan dapat melonjak hingga 13.000 orang per hari.

Tata Cara Ziarah ke Astana Giribangun

Pengelola Astana Giribangun menerapkan alur ziarah yang tertib. Berikut prosedur yang harus diikuti pengunjung:

1. Mendaftar di Pos Tamu

Peziarah melapor dengan menunjukkan KTP atau SIM. Setelah itu, petugas akan memberikan surat jalan ziarah.

Setelah menerima surat jalan, peziarah dipersilakan memberikan infak secara sukarela.

3. Menuju Gerbang Pertama

Surat jalan ditunjukkan kembali kepada petugas untuk memasuki area inti.

4. Mengantre Menuju Makam Utama

Peziarah akan diarahkan menuju Cungkup Argo Sari untuk berdoa di makam Presiden Soeharto dan Ibu Tien.

5. Keluar Melalui Pintu Samping

Para peziarah tidak kembali ke pintu awal, tetapi keluar melalui pintu samping guna menjaga kelancaran arus peziarah.

Fasilitas di Astana Giribangun

Untuk mendukung kenyamanan peziarah, tersedia 9 bangunan fasilitas pendukung, termasuk:

  • Masjid
  • Wisma Leren (rumah singgah bagi keluarga Soeharto)
  • Gapura utama
  • Area istirahat pengunjung
  • Rumah jaga
  • Area parkir khusus keluarga
  • Area parkir besar untuk bus dan mobil pribadi

Di area bawah, terdapat puluhan kios pedagang yang menjual berbagai suvenir dan makanan khas seperti:

  • Ampyang
  • Rengginang
  • Kerupuk karah
  • Buah manggis
  • Kaos dan kerajinan
  • Buku Yasin, foto Soeharto, poster, hingga Al-Quran

Harga suvenir berkisar Rp5.000–Rp100.000, sementara harga poster antara Rp50.000–Rp500.000.

Larangan Foto di Area Makam Utama

Peziarah dilarang mengambil foto di dalam cungkup utama. Pengelola telah menyediakan juru foto resmi dengan tarif.

Bagi peziarah berkebutuhan khusus, tersedia izin khusus dari petugas jaga, termasuk kemungkinan menginap di pendopo.

Akses Menuju Astana Giribangun

Kompleks makam ini dapat dicapai sekitar 40 menit dari Bandara Adisumarmo, Solo.

Rutenya sebagai berikut:

  • Dari bandara menuju arah timur ke Kabupaten Karanganyar melalui Jalan Ahmad Yani dan Jalan Ki Hajar Dewantoro.
  • Lanjut ke arah Tawangmangu hingga perempatan Tugu Lilin.
  • Belok ke arah timur menuju Matesih – Giribangun.
  • Ikuti petunjuk arah hingga tiba di kompleks Astana Giribangun.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.