Tata Cara Ziarah ke Makam Raja-Raja Mataram Imogiri: Aturan, Sejarah, dan Rute Lengkap

Wisata Ziarah, Imogiri, Bantul, imogiri, Wisata ziarah, imogiri bantul, wisata ziarah imogiri, wisata ziarah yogyakarta, wisata ziarah di yogyakarta, tata cara ziarah di imogiri, tata cara ziarah ke makam imogiri, Tata Cara Ziarah ke Makam Raja-Raja Mataram Imogiri: Aturan, Sejarah, dan Rute Lengkap, Sejarah Makam Imogiri, Masjid, Gapura, dan Kelir Berusia Ratusan Tahun, Tata Cara Ziarah di Imogiri:,Wajib Memakai Pakaian Adat, Jumlah Anak Tangga dan Stamina Pengunjung, Akses Menuju Makam Imogiri, Fasilitas Pendukung

Kompleks Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi salah satu destinasi wisata ziarah paling penting di Tanah Jawa.

Kawasan yang dibangun pada masa Sultan Agung Hanyokrokusumo pada 1632–1640 itu tidak hanya menyimpan sejarah panjang Mataram Islam, tetapi juga memiliki tata cara ziarah yang sakral dan masih dipertahankan hingga kini.

Dikutip dari buku Wisata Ziarah: 90 Destinasi Wisata Ziarah & Sejarah di Jogja, Solo, Magelang, Semarang, Cirebon - Masjid, Candi, Gua Maria, Kelenteng, Makam, Situs, kompleks pemakaman yang dikenal sebagai Pesarean Pajimatan Imogiri ini kembali menjadi perhatian saat jenazah Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, Raja Keraton Kasunanan Surakarta, dimakamkan di sana pada Rabu (5/11/2025).

Selain dikenal sebagai lokasi pemakaman para raja, Imogiri juga merupakan kawasan budaya dan ekonomi masyarakat.

Di wilayah ini, wisatawan bisa menemukan berbagai sentra kerajinan seperti batik tulis, wayang kulit, hingga produk kulit lainnya. Kawasan ini juga terkenal dengan pengobatan gurah, metode detoksifikasi hidung dan pernapasan yang populer hingga mancanegara.

Sejarah Makam Imogiri

Sultan Agung merupakan raja pertama yang dimakamkan di Imogiri. Sejak itu, kawasan ini menjadi tempat pemakaman resmi raja-raja Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Beberapa tokoh yang dimakamkan di sini antara lain:

  • Amangkurat II dan Amangkurat III beserta permaisuri
  • Pakubuwono I
  • Amangkurat Jawi
  • Sri Ratu Batang
  • Sri Paduka Hamangkurat Amral dan Hamangkurat Mas
  • Para ratu dan selir Keraton Surakarta
  • Pakubuwono III dan permaisuri

Kompleks seluas beberapa hektar ini terbagi menjadi beberapa halaman sakral, lengkap dengan bangunan tradisional, gapura, kelir (aling-aling), serta padasan (gentong air) yang memiliki nilai spiritual tinggi.

Masjid, Gapura, dan Kelir Berusia Ratusan Tahun

Tangga naik di komplek Makam Raja-raja Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (5/11/2025)Masjid Imogiri

Masjid tradisional peninggalan Sultan Agung menjadi bangunan utama di area pemakaman. Bangunan asli masih dipertahankan, hanya lantai serambi yang mengalami perubahan. Atap masjid bersirap, yang kini dilapisi seng untuk menjaga ketahanan.

Empat Gapura

  • Kori Supit Urang, gapura bentar tanpa atap dan tanpa daun pintu.
  • Regol Sri Manganti I, gapura paduraksa dengan ukiran kayu jati dan angka Jawa.
  • Regol Sri Manganti II, memiliki hiasan lebih sederhana dan Latiyu bertingkat tujuh.
  • Gapura Papak, pintu menuju makam Sultan Agung di halaman terakhir.

Bangunan Kelir

Terdapat empat kelir (aling-aling) yang berfungsi sebagai pembatas area suci, sebagian masih tersusun dari batu bata tanpa semen, menunjukkan teknologi bangunan masa lalu.

Padasan Keramat

Enam gentong air (enceh atau kong) menjadi bagian penting, terutama saat upacara Nguras Enceh, tradisi membersihkan gentong keramat setiap bulan Suro.

Tata Cara Ziarah di Imogiri:,Wajib Memakai Pakaian Adat

Wisata Ziarah, Imogiri, Bantul, imogiri, Wisata ziarah, imogiri bantul, wisata ziarah imogiri, wisata ziarah yogyakarta, wisata ziarah di yogyakarta, tata cara ziarah di imogiri, tata cara ziarah ke makam imogiri, Tata Cara Ziarah ke Makam Raja-Raja Mataram Imogiri: Aturan, Sejarah, dan Rute Lengkap, Sejarah Makam Imogiri, Masjid, Gapura, dan Kelir Berusia Ratusan Tahun, Tata Cara Ziarah di Imogiri:,Wajib Memakai Pakaian Adat, Jumlah Anak Tangga dan Stamina Pengunjung, Akses Menuju Makam Imogiri, Fasilitas Pendukung

Lokasi pemakaman PB XIII di Kedaton PB X komplek Makam Raja-raja Imogiri, Bantul, Rabu (5/11/2025)

Inilah bagian paling unik dari Makam Imogiri yakni aturan berpakaian yang ketat bagi pengunjung.

1. Pengunjung Wanita

  • Kain panjang
  • Kemben
  • Tidak diperbolehkan memakai perhiasan apa pun

2. Pengunjung Pria

  • Kain panjang
  • Beskap
  • Blangkon
  • Sabuk, timang, dan samir

Bagi yang tidak membawa pakaian adat, tersedia persewaan di Bangsal Kamandhungan dengan tarif terjangkau.

Pengunjung yang tidak mengikuti aturan berpakaian hanya diperbolehkan naik hingga pintu gerbang pertama dan tidak bisa masuk ke area inti makam.

Aturan ini dijaga ketat oleh para abdi dalem Keraton Yogyakarta dan Surakarta yang bertugas di dua bangsal penjagaan.

Jumlah Anak Tangga dan Stamina Pengunjung

Untuk mencapai area makam tertinggi, peziarah harus menapaki ratusan anak tangga yang cukup curam. Karena itu, stamina menjadi syarat penting.

Setiap harinya, sekitar 100 pengunjung datang ke tempat ini. Pada bulan Suro atau malam Jumat Kliwon, jumlahnya bisa mencapai 300 orang, bahkan ribuan saat musim liburan.

Wisatawan datang dari berbagai daerah seperti Sumatera, Kalimantan, hingga mancanegara—Amerika, Belanda, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Jerman.

Di sisi selatan gerbang kedua Masjid Imogiri terdapat Sumur Kawak, sumur kuno yang dipercaya berkhasiat untuk pensucian dan membuat awet muda. Peziarah dapat mengambil air menggunakan botol plastik yang dijual di sekitar lokasi.

Akses Menuju Makam Imogiri

Perjalanan menuju Imogiri dari pusat Kota Yogyakarta memakan waktu sekitar 40–45 menit, berjarak 18 kilometer.

  • Rute dari Bandara Adisutjipto:
  • Arah barat menuju Lampu Merah Janti
  • Belok kiri ke Ringroad Selatan
  • Lanjut hingga simpang Imogiri Timur – Terminal Giwangan
  • Belok kiri sejauh 10 km hingga tiba di kompleks pesarean

Tersedia juga transportasi umum berupa minibus yang berhenti tepat di depan kompleks.

Fasilitas Pendukung

  • Area parkir
  • Masjid kuno dan musala
  • Bangsal istirahat (dapat digunakan bermalam dengan izin juru kunci)
  • Buku profil Makam Imogiri
  • Pemandu wisata resmi

Pemandu siap menjelaskan sejarah, silsilah raja yang dimakamkan, hingga filosofi bangunan dan tata aturan ziarah.

Dengan perpaduan antara ritual sakral, sejarah kerajaan, arsitektur klasik Jawa, dan panorama pegunungan selatan, Imogiri menjadi destinasi wisata ziarah Yogyakarta yang tidak hanya khusyuk tetapi juga memperkaya wawasan budaya.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan nuansa Mataram Islam secara langsung, Makam Raja-Raja Mataram Imogiri menawarkan pengalaman spiritual sekaligus perjalanan sejarah yang mendalam.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.