Niat dan Tata Cara Shalat Gerhana: 2 Rakaat dengan 4 Ruku, Begini Urutannya

Fenomena astronomi berupa gerhana Matahari maupun gerhana Bulan sering kali menjadi momen yang dinantikan masyarakat. Namun, bagi umat Islam, peristiwa alam ini bukan sekadar tontonan visual, melainkan tanda kebesaran Allah SWT yang perlu direspons secara spiritual.
Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah melalui buku Tuntunan Shalat-Shalat Tathawwu’ menekankan bahwa gerhana adalah momentum untuk meningkatkan ketundukan kepada Penguasa Alam Semesta. Salah satu bentuk respon tersebut adalah dengan melaksanakan Shalat Gerhana.
Apa Itu Shalat Gerhana?
Dalam khazanah fikih, shalat saat terjadi gerhana Matahari disebut sebagai Shalat Kusuf, sedangkan saat gerhana Bulan disebut Shalat Khusuf.
Hukum melaksanakan ibadah ini adalah sunnah muakkadah atau shalat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah, baik di masjid maupun di tanah lapang.
Perbedaan: 2 Rakaat, 4 Ruku, dan 4 Sujud
Berbeda dengan shalat sunnah pada umumnya yang hanya memiliki satu kali ruku dalam satu rakaat, tata cara shalat gerhana memiliki format yang unik.
Dalam satu rakaat shalat gerhana, terdapat dua kali berdiri (membaca Al-Fatihah) dan dua kali ruku.
Berdasarkan panduan dari laman resmi muhammadiyahsemarangkota.org, berikut adalah urutan teknis pelaksanaannya:
1. Tanpa Adzan dan Iqamah
Pelaksanaan shalat gerhana tidak diawali dengan adzan maupun iqamah. Bilal atau petugas masjid cukup menyerukan kalimat ajakan:
“Ash-shaalaatu Jaami’ah” (Mari mengerjakan shalat berjamaah).
2. Tata Cara Rakaat Pertama
- Takbiratul Ihram.
- Membaca doa iftitah, Al-Fatihah, dan surat Al-Qur’an (disunnahkan memilih surat yang panjang).
- Ruku’ Pertama: Dilakukan dengan durasi yang lama.
- Bangkit dari Ruku’ (I’tidal): Setelah i’tidal, tidak langsung sujud, melainkan kembali membaca Al-Fatihah dan surat Al-Qur’an yang lebih pendek dari bacaan pertama.
- Ruku’ Kedua: Melakukan ruku kembali sebelum akhirnya sujud.
- Sujud: Melakukan dua kali sujud seperti shalat biasa.
3. Tata Cara Rakaat Kedua
Urutan pada rakaat kedua persis sama dengan rakaat pertama, yakni memiliki dua kali berdiri dan dua kali ruku. Shalat kemudian diakhiri dengan tasyahud akhir dan salam.
Khutbah dan Pesan Rasulullah SAW
Setelah rangkaian shalat selesai, imam disunnahkan berdiri untuk menyampaikan khutbah gerhana. Materi khutbah biasanya mencakup nasihat mengenai kekuasaan Allah, ajakan memperbanyak istighfar, sedekah, serta penegasan bahwa gerhana adalah murni fenomena alam.
Hal ini merujuk pada hadits riwayat ‘Aisyah r.a. yang menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW meluruskan mitos yang berkembang di masyarakat zaman dahulu bahwa gerhana terjadi karena kematian atau kelahiran seseorang.
Rasulullah SAW bersabda:
“Matahari dan bulan adalah tanda kebesaran Allah. Jika kamu menyaksikannya, maka bertakbirlah, berdoalah, kerjakan shalat, dan bersedekahlah.” (HR. Muslim).
Melalui ibadah ini, umat Muslim diharapkan dapat meninggalkan kesan mistis dan beralih pada penguatan iman serta kepedulian sosial melalui amal kebaikan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang