Tata Cara Buka Puasa Ramadhan Sesuai Sunnah, Ini Urutan Lengkap, Doa, dan Adabnya

Ilustrasi buka puasa.
Ilustrasi buka puasa.

Bulan Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum menyempurnakan adab dan tata cara ibadah, termasuk saat berbuka puasa. Banyak yang tanpa sadar kurang tepat dalam mempraktikkan tata cara berbuka, misalnya membaca doa sebelum benar-benar membatalkan puasa. 

Padahal, dalam keterangan hadits dan kitab para ulama dijelaskan bahwa doa berbuka dibaca setelah berbuka. Sebab itu, memahami tata cara berbuka puasa sesuai sunnah menjadi penting agar ibadah tidak hanya sah, tetapi juga bernilai lebih di sisi Allah SWT. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut ini urutan lengkap tata cara berbuka puasa sebagaimana dirangkum dari NU Online, Jumat, 27 Februari 2026.

1. Menyegerakan Berbuka Saat Maghrib Tiba

Disunnahkan untuk menyegerakan berbuka (ta‘jîl al-fithr) ketika telah yakin masuk waktu Maghrib. Begitu adzan berkumandang atau waktu Maghrib telah tiba, hendaknya tidak menunda-nunda berbuka.

2. Berbuka Sebelum Shalat Maghrib

Sunnahnya adalah berbuka terlebih dahulu, meskipun hanya dengan sedikit makanan atau minuman, kemudian melaksanakan shalat Maghrib.

3. Membaca Basmalah Sebelum Makan atau Minum

Sebelum berbuka, dianjurkan membaca Bismillâhir rahmânir rahîm atau cukup

Bismillâh. Jika lupa membacanya di awal, maka ketika ingat membaca: Bismillâhi awwalahu wa âkhirahu

(Dengan Nama Allah sejak awal dan akhir makan/minum).

4. Berbuka dengan Kurma dalam Jumlah Ganjil

Disunnahkan berbuka dengan kurma, terutama kurma basah (ruthab). Jika tidak ada, maka dengan kurma kering (tamr). Jumlahnya dianjurkan ganjil, minimal tiga butir atau lebih seperti lima.

5. Jika Tidak Ada Kurma, Berbuka dengan Air

Apabila tidak tersedia kurma, maka berbuka dengan air. Diutamakan air Zamzam sebanyak tiga tegukan. Jika tidak ada air Zamzam, maka menurut urutan keutamaan yang disebutkan para ulama, sebagaimana dinazhamkan oleh Imam At-Tâj As-Subkî, air yang utama adalah air yang memancar dari jari jemari Nabi SAW, air telaga Kautsar, air Sungai Nil, air dari sungai-sungai lainnya. Jika semua itu tidak ada, maka air biasa, air mineral, atau air kemasan tetap mencukupi untuk berbuka.

6. Jika Tidak Ada Air, Konsumsi Makanan Manis

Bila tidak tersedia air minum, disunnahkan berbuka dengan sesuatu yang manis atau manisan.

7. Membaca Doa Berbuka Setelah Berbuka

Setelah benar-benar membatalkan puasa, disunnahkan membaca doa berbuka dengan mengangkat kedua tangan. Berikut doa yang dirangkai dari hadits Nabi SAW:

اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ، إِنْ شَاۧءَ اللّٰهُ تَعَالَى، يَا وَاسِعَ الْفَضْلِ، اِغْفِرْ لِيْ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الّذِيْ  أَعَانَانِيْ (هَدَانِيْ) فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِيْ فَأَفْطَرْتُ.

Artinya, "Ya Allah bagiMulah aku berpuasa, atas rizki-Mulah aku berbuka, padaMulah aku beriman, kepadaMulah aku bertawakkal (berserah diri). Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan semoga tetaplah pahala --puasa, insya Allah Taala. Duhai Yang Maha Luas Anugerah-Nya, berikanlah ampunan bagiku. Segala puji bagi Allah Yang telah menolongku (memberikan petunjuk) sehingga aku berpuasa, dan yang telah memberikan rizki kepadaku sehingga aku bisa berbuka."

8. Tidak Berlebihan Saat Makan dan Minum

Berbuka secukupnya, tidak berlebih-lebihan (isrâf) dan tidak menyisakan makanan (tabdzîr). Prinsip ini sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dalam Surat Al-A‘râf (7): 31 dan al-Isrâ’ (17): 26-27.

9. Membaca Doa Setelah Selesai Makan

Setelah selesai makan dan minum, dianjurkan membaca:

اَلْحَمْدُ للهِٰ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ، غَيْرَ مَكْفِيٍّ، وَلَا مُوَدَّعٍ، وَلَا مُسْتَغْنًى عَنْهُ رَبَّنَا.

Artinya, “Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik (murni terhindar dari riyâ’ dan sum‘ah) nan berkah (berkembang, terus menerus tidak terputus), yang pujian itu tidak bisa mencukupi, tidak ditolak, pun tidak pula dicukupkan sepadan pada pemberian-Mu, duhai Tuhan kami” (HR. al-Bukhârî dari Abû Umâmah r.a.).

Atau membaca:

اَلْحَمْدُ للهِٰ الَّذِيْ أَطْعَمَنِيْ هٰذَا، وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّيْ وَلَا قُوَّةٍ.

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberikan makan ini kepadaku, dan telah memberikannya rizki kepadaku tanpa ada daya dan kekuatan dariku.

Dalam hadits hasan riwayat Abû Dâwud dan at-Tirmidzî disebutkan bahwa orang yang membaca doa ini akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

10. Doa Jika Berbuka di Rumah Orang Lain

Jika berbuka di tempat orang lain, sebelum berbuka dianjurkan membaca doa berikut:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ﷺ كَانَ إِذَا أَفْطَرَ عِنْدَ أَهْلِ بَيْتٍ دَعَا لَهُمْ قَبْلَ الْإِفْطَارِ قَائِلًا: " أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُوْنَ، وَتَنَزَّلَتْ عَلَيْكُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الْأَبْرَارُ، وَغَشِيَتْكُمُ الرَّحْمَةُ " (رَوَاهُ أَحْمَدُ).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Artinya, ”Berbuka di tempat kalian orang-orang yang berpuasa, dan turun kepada kalian para malaikat, serta menyantap makanan kalian orang-orang yang baik, dan semoga kalian diliputi oleh rahmat Tuhan.” (HR. Ahmad dari Anas bin Mâlik r.a.)

Menjalankan tata cara berbuka puasa sesuai sunnah bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari kesempurnaan ibadah Ramadhan.