Niat dan Tata Cara Shalat Qiyamul Lail di 10 Malam Terakhir Ramadhan 2026
Memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah malam sebagai ikhtiar meraih kemuliaan Lailatul Qadar, malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan.
Salah satu amalan yang dianjurkan adalah qiyamul lail, yakni menghidupkan malam dengan berbagai ibadah, terutama shalat sunah.
Praktik ini kerap dilakukan bersamaan dengan kegiatan iktikaf di masjid atau ibadah malam di rumah.
Beberapa shalat yang termasuk dalam qiyamul lail antara lain shalat tahajud, witir, hajat, tasbih, dan istikharah.
Dilansir dari Kompas TV (12/4/2023), berikut niat dan tata cara beberapa shalat yang dapat diamalkan sebagai bagian dari qiyamul lail.
Niat dan tata cara shalat tahajud
Shalat tahajud merupakan salah satu shalat malam yang dikerjakan setelah tidur. Shalat ini minimal dilakukan dua rakaat dan biasanya dilaksanakan pada sepertiga malam terakhir.
Niat shalat tahajud:
- Ushollii sunnatat-Tahajjudi rok'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya berniat mengerjakan sholat sunah Tahajud dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Tata cara shalat tahajud secara umum sama seperti shalat sunah lainnya, yakni:
- Niat shalat tahajud
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Membaca Al-Fatihah dan ayat Al-Qur’an
- Ruku
- Iktidal
- Sujud dua kali
- Duduk di antara dua sujud
- Tasyahud akhir
- Salam.
Niat dan tata cara shalat witir
Shalat witir merupakan shalat sunah dengan jumlah rakaat ganjil yang dikerjakan setelah shalat Isya hingga sebelum Subuh. Pada bulan Ramadan, shalat witir biasanya dilakukan setelah shalat tarawih.
Niat shalat witir satu rakaat:
- Ushalli sunnatan minal witri rak’;tan lillahi ta'ala.
Artinya: “Aku niat shalat sunah witir satu rakaat karena Allah ta'ala.”
Niat shalat witir tiga rakaat:
- Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka'aatin lillaahi ta'alaa.
Artinya: “Saya berniat shalat witir tiga rakaat karena Allah ta'ala.”
Shalat witir dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu tiga rakaat langsung dengan satu salam atau dua rakaat terlebih dahulu kemudian dilanjutkan satu rakaat.
Niat dan tata cara shalat hajat
Shalat hajat merupakan shalat sunah yang dilakukan ketika seseorang memiliki keinginan atau kebutuhan tertentu.
Niat shalat hajat:
- Ushalli sunnatal-haajati rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat sholat sunah hajat dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Tata cara shalat hajat secara umum sama dengan shalat sunah lainnya, dimulai dengan niat, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah dan ayat Al-Qur'an, kemudian ruku, sujud, hingga diakhiri dengan salam dan doa.
Niat dan tata cara shalat tasbih
Shalat tasbih merupakan shalat sunah yang di dalamnya memperbanyak bacaan tasbih pada setiap gerakan shalat.
Niat shalat tasbih:
- Ushalli Sunnatan Tasbihi Rak'ataini Lillahi Ta'ala.
Artinya: “Aku niat shalat tasbih dua rakaat karena Allah."
Dalam pelaksanaannya, shalat tasbih diisi dengan bacaan tasbih pada setiap posisi shalat seperti saat berdiri, ruku, iktidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud.
Niat dan tata cara shalat istikharah
Shalat istikharah merupakan shalat sunah yang dilakukan ketika seseorang dihadapkan pada pilihan dan ingin memohon petunjuk kepada Allah SWT.
Niat shalat istikharah:
- Ushallî sunnatal istikhârati rak'ataini lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Aku berniat shalat sunah istikharah dua rakaat karena Allah ta'ala."
Tata cara shalat istikharah tidak jauh berbeda dengan shalat sunah lainnya, yakni dimulai dengan niat, membaca Al-Fatihah dan surat Al-Qur’an, kemudian ruku, sujud, hingga diakhiri dengan salam dan membaca doa istikharah.
Melalui berbagai shalat malam tersebut, qiyamul lail menjadi salah satu amalan yang dianjurkan terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan dalam upaya meraih Lailatul Qadar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang