Iktikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Bagaimana Hukum dan Amalan bagi Perempuan?

hukum iktikaf bagi perempuan, Iktikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan, Bagaimana Hukum dan Amalan bagi Perempuan?

 Memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah.

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan terutama bagi kaum adam atau laki-laki adalah melaksanakan iktikaf di masjid.

Amalan ini termasuk sunnah muakkad atau ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Itikaf merupakan kegiatan berdiam diri di dalam masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai bentuk ibadah, seperti salat, zikir, membaca Al Quran, serta berdoa.

Anjuran mengenai iktikaf dijelaskan dalam Al Quran surat Al-Baqarah ayat 187 yang berbunyi:

"Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beritikaf di masjid."

Melalui ibadah ini, umat Islam diharapkan dapat lebih fokus beribadah dan menjauhkan diri dari aktivitas duniawi selama beberapa waktu di masjid.

Apa tujuan utama melaksanakan iktikaf?

Salah satu tujuan utama iktikaf adalah menjemput malam Lailatul Qadar. Malam tersebut dikenal sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, namun waktunya dirahasiakan dan diyakini berada di malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah agar berpeluang meraih keutamaan malam tersebut. Selain itu, iktikaf juga bertujuan untuk mengoptimalkan ibadah hingga akhir Ramadhan.

Selain itikaf, terdapat banyak amalan sunnah lain yang dapat dilakukan oleh kaum adam maupun kaum hawa selama sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Bagaimana hukum iktikaf bagi perempuan?

Dalam praktiknya, hukum iktikaf sunnah muakkad terutama ditujukan bagi kaum adam atau laki-laki.

Sementara itu, menurut Imam Syafii, hukum iktikaf bagi perempuan bersifat makruh atau sebaiknya ditinggalkan. Artinya, jika dilakukan tidak berdosa, tetapi jika ditinggalkan justru mendapat pahala.

Meski demikian, perempuan tetap dapat melakukan berbagai amalan yang dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, seperti membaca Al Quran, berzikir, berdoa, dan memperbanyak ibadah lainnya.

Terdapat pula riwayat hadis yang menjelaskan bahwa istri-istri Nabi Muhammad SAW pernah melaksanakan iktikaf setelah beliau wafat.

Dalam hadis riwayat Aisyah disebutkan:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:- أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

"Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan hingga beliau wafat. Kemudian istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat." (HR Bukhari No 2026 dan Muslim No 1172).

Dengan berbagai amalan tersebut, umat Islam diharapkan dapat memaksimalkan momentum sepuluh hari terakhir Ramadhan untuk meningkatkan kualitas ibadah serta meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.

Apa saja amalan yang dianjurkan pada 10 hari terakhir Ramadhan?

Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan ibadah di penghujung Ramadhan.

1. Berbuka puasa dengan niat ibadah

Berbuka puasa sebaiknya dilakukan dengan menghadirkan niat ibadah, bukan sekadar melepas rasa lapar dan dahaga. Beberapa sunnah ketika berbuka antara lain:

  • Menyegerakan berbuka
  • Mengawalinya dengan kurma
  • Membaca doa berbuka

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari No 1957, Muslim No 1098, Abu Dawud No 2356, dan Tirmidzi No 699.

2. Salat Magrib berjemaah di masjid

Bagi kaum adam, sangat dianjurkan melaksanakan salat berjemaah di masjid. Anjuran ini dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari No 645 dan Muslim No 650.

Beberapa amalan sunnah yang dapat dilakukan ketika menuju salat berjemaah antara lain:

  • Berwudhu dari rumah
  • Membaca doa menuju masjid
  • Salat tahiyyatul masjid
  • Berdoa di antara azan dan iqamah
  • Berzikir setelah shalat
  • Melaksanakan shalat sunnah ba’diyah Maghrib

3. Membaca zikir pagi dan petang

Zikir pagi dan petang merupakan amalan yang dianjurkan untuk menjaga keimanan serta memohon perlindungan kepada Allah SWT. Amalan ini juga menjadi sarana mengingat Allah di berbagai waktu.

4. Memanfaatkan waktu antara Magrib dan Isya

Waktu antara Magrib dan Isya dapat dimanfaatkan untuk berbagai ibadah seperti:

  • Membaca Al Quran
  • Tadabbur ayat-ayat Al Quran
  • Berzikir
  • Berdoa

5. Salat Isya berjemaah

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa salat Isya berjamaah maka seakan-akan ia telah menghidupkan setengah malam” (HR Muslim No 656).

6. Salat Tarawih

Salat Tarawih menjadi salah satu ibadah utama selama bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa menegakkan salat malam saat Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR Bukhari No 190 dan Muslim No 760).

7. Memperbanyak tilawah dan tadabbur Al Quran

Mengisi waktu dengan membaca Al Quran sangat dianjurkan, terutama ketika sedang berdiam diri di masjid saat itikaf.

Allah SWT berfirman dalam Al Quran surat Faathir ayat 29–30 yang menjelaskan bahwa orang-orang yang membaca kitab Allah, mendirikan salat, dan menafkahkan rezekinya akan memperoleh pahala yang besar.

8. Bersahur dengan niat ibadah

Sahur juga dianjurkan karena mengandung keberkahan. Rasulullah SAW bersabda, “Bersahurlah karena pada sahur terdapat keberkahan” (HR Bukhari No 1923 dan Muslim No 1095).

9. Memperbanyak istighfar

Sepuluh hari terakhir Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak istighfar atau memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa.

10. Membaca doa Lailatul Qadar

Doa yang dianjurkan dibaca ketika mengharap Lailatul Qadar adalah:

اَللّٰهُمَّ اِنَّكَ عَفُوٌّتُحِبُّ الْعَفْوَفَاعْفُ عَنِّيْ

Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii

Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku." (HR Tirmidzi No 3513 dan Ibnu Majah No 3850).

11. Memohon taufik agar terhindar dari ujub

Umat Islam juga dianjurkan memohon kepada Allah agar dijauhkan dari sifat ujub, yaitu merasa bangga dengan amal sendiri.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran surat An Najm ayat 32 yang mengingatkan agar manusia tidak merasa paling suci.

12. Salat Subuh berjemaah

Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa salat Subuh maka seakan-akan ia telah menghidupkan seluruh malam” (HR Muslim No 656).

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul 12 Amalan Selama 10 Hari Terakhir Ramadhan, Bisa Dikerjakan Perempuan di Rumah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang