Kemenag Serukan Shalat Gerhana 3 Maret 2026, Ini Niat dan Tata Cara Lengkapnya

Kemenag, shalat gerhana, gerhana bulan, Kemenag Serukan Shalat Gerhana 3 Maret 2026, Ini Niat dan Tata Cara Lengkapnya, Imbauan Kemenag saat Gerhana, Hukum Shalat Gerhana Bulan, Niat Shalat Gerhana Bulan, Tata cara shalat Gerhana

Kementerian Agama (Kemenag) mengajak umat Islam melaksanakan salat gerhana bulan (khusuf al-qamar) saat Gerhana Bulan Total pada Selasa, (3/3/2026).

Fenomena ini bertepatan dengan 13 Ramadhan 1447 H dan dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia dengan waktu yang berbeda-beda.

Kemenag meminta jajaran di daerah mengoordinasikan pelaksanaan salat gerhana sesuai waktu terjadinya gerhana di masing-masing wilayah.

Umat Islam juga diminta memanfaatkan momentum ini untuk memperbanyak doa dan ibadah.

Lantas, bagaimana seruan Kemenag dan tata cara melakukan shalat gerhana? 

Imbauan Kemenag saat Gerhana

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menegaskan bahwa gerhana bulan merupakan tanda kebesaran Allah SWT.

"Gerhana bulan adalah tanda kebesaran Allah Swt. Karena itu, kami mengimbau umat Islam di wilayah yang mengalaminya untuk melaksanakan salat gerhana sebagai bentuk ibadah dan muhasabah diri," ujarnya dikutip dari laman resmi bimasislam.kemenag.go.id, Minggu (1/3/2026).

Arsad menyampaikan instruksi agar jajaran Kemenag daerah, tokoh agama, ulama, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, imam masjid, serta pemerintah daerah memfasilitasi pelaksanaan salat gerhana.

"Kami menginstruksikan agar pelaksanaan salat gerhana dapat dikoordinasikan dengan baik dan dilaksanakan sesuai dengan perkiraan waktu terjadinya gerhana di masing-masing daerah," katanya.

Selain melaksanakan salat sunah gerhana, umat Islam dianjurkan bertakbir, bershalawat, memperbanyak zikir dan istigfar, bersedekah, serta memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa dan negara.

Hukum Shalat Gerhana Bulan

Dilansir dari laman Majlis Ulama Indonesia (MUI) pada (2/11/2022), para ulama fikih menyepakati bahwa hukum shalat khusuf adalah sunnah muakkadah.

Ketentuan ini merujuk pada firman Allah SWT dalam QS. Fuṣṣilat [41]:37 yang menegaskan bahwa matahari dan bulan merupakan tanda kebesaran-Nya.

Selain itu, Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya matahari dan bulan tidak akan mengalami gerhana disebabkan karena matinya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka dirikanlah salat dan banyaklah berdoa hingga selesai gerhana yang terjadi pada kalian.” (HR. Bukhari no. 982)

Niat Shalat Gerhana Bulan

Sebelum menunaikan shalat, perlu mengetahui bacaan niatnya terlebih dahulu. 

Berikut bacaan niat shalat gerhana bulan:

أُصَلِّي سُنّةَ لِخُسُوفِ القَمَرِ رَكْعَتَينِ إِمَامًا/مَأْمُوْمًا لِلّهِ تَعَالَى

  • Ushallī sunnata li khusūfil-qamari rak‘ataini imāman/ma’mūman lillāhi ta‘ālā.

Artinya: “Aku berniat shalat sunnah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala.”

Tata cara shalat Gerhana

Umat Islam melaksanakan shalat gerhana bulan sebanyak dua rakaat dengan dua kali rukuk di setiap rakaat, sehingga total terdapat empat kali rukuk.

Secara ringkas, tata caranya meliputi:

  • Takbiratul ihram disertai niat dalam hati
  • Membaca Al-Fatihah dan surat panjang
  • Rukuk, kemudian bangkit membaca Al-Fatihah dan surat kembali
  • Rukuk kedua, lalu i’tidal
  • Sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua
  • Melanjutkan rakaat kedua dengan pola yang sama
  • Tahiyat akhir dan salam
  • Mendengarkan dua khutbah yang berisi tausiyah serta anjuran memperbanyak istigfar dan sedekah

Gerhana Bulan Total yang bertepatan dengan Ramadhan ini diharapkan dapat memperkuat ketakwaan sekaligus mempererat solidaritas umat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang