Mengapa Mulut Terasa Bau Saat Puasa? Dokter Gigi Ungkap Penyebabnya

puasa, Mengapa Mulut Terasa Bau Saat Puasa? Dokter Gigi Ungkap Penyebabnya

Masalah bau mulut atau halitosis sering kali menjadi keluhan utama bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Kondisi ini tetap muncul meski seseorang merasa sudah menyikat gigi dengan rutin.

Dokter gigi dari Klinik U Smile Banyuwangi, Fajariana Fitriani, menjelaskan bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh perubahan biologis dan kebiasaan konsumsi saat sahur maupun berbuka.

Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga ini memaparkan beberapa faktor utama yang memicu aroma tidak sedap pada rongga mulut selama berpuasa.

Menurut Fajariana, penyebab utama bau mulut bukan sekadar karena sisa makanan, melainkan adanya penurunan produksi air liur atau saliva.

"Saat puasa, terjadi penurunan produksi saliva akibat tidak adanya asupan makanan dan minuman selama berjam-jam. Padahal, saliva berfungsi sebagai pembersih alami yang membantu mengontrol bakteri penyebab bau mulut," ujar dokter yang akrab dipanggil Fitri kepada Kompas.com pada Selasa (24/2/2026).

Selain penurunan saliva, terdapat tiga faktor lain yang memperparah kondisi ini. 

Antara lain pembersihan gigi dan lidah yang kurang maksimal. Hal ini memicu bakteri anaerob dapat tetap berkembang dan menghasilkan senyawa sulfur jika pembersihan tidak menyeluruh.

Selain itu ada perubahan metabolisme keton yang menyebabkan tubuh yang kekurangan asupan makanan akan membakar lemak sebagai sumber energi. Proses ini menghasilkan zat bernama keton yang menimbulkan bau khas pada napas.

Yang terakhir adalah konsumsi makanan tertentu. Menurut Fitri, konsumsi makanan berbau tajam seperti bawang, durian, petai, dan jengkol saat sahur, atau makanan tinggi gula dan protein yang meninggalkan sisa jika tidak dibersihkan maksimal.

Cara Meminimalkan Bau Mulut Saat Puasa

puasa, Mengapa Mulut Terasa Bau Saat Puasa? Dokter Gigi Ungkap Penyebabnya

Ilustrasi bau mulut. Bau mulut atau halitosis sering kali menjadi masalah yang mengganggu kepercayaan diri, meskipun seseorang merasa sudah rutin menjaga kebersihan gigi.

Agar napas tetap segar selama beraktivitas di bulan Ramadan, Fitri memberikan panduan perawatan gigi dan mulut yang bisa dilakukan secara mandiri di rumah.

1. Pola Sikat Gigi yang Benar

Menyikat gigi sangat disarankan dilakukan dua kali sehari pada waktu yang tepat. "Sangat penting untuk menyikat gigi dan menyikat lidah dua kali sehari, yaitu sebelum tidur malam dan setelah sahur," tegasnya.

2. Gunakan Alat Bantu Pembersih

Sikat gigi saja terkadang tidak cukup untuk menjangkau area sempit. Penggunaan dental floss atau benang gigi sangat dianjurkan untuk menjangkau sela-sela gigi yang sering menjadi tempat persembunyian sisa makanan.

3. Hidrasi dan Pemilihan Obat Kumur

Mencukupi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka sangat krusial untuk menjaga hidrasi tubuh dan mendukung produksi saliva. Jika ingin menggunakan obat kumur, pilihlah yang tepat.

"Gunakan obat kumur non-alkohol jika perlu. Karena kandungan alkohol justru bisa membuat mulut makin kering dan memperparah bau," tambah alumnus Universitas Airlangga tersebut.

4. Perhatikan Menu Sahur

Disarankan untuk menghindari makanan pemicu bau seperti bawang mentah atau durian. Selain itu, batasi makanan tinggi gula yang disukai oleh bakteri penyebab plak.

Sebagai langkah preventif jangka panjang, Fajariana mengingatkan masyarakat untuk tetap rutin melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan gigi. Hal ini untuk memastikan tidak ada masalah medis yang tersembunyi.

"Pastikan tidak ada karies (gigi berlubang), karang gigi, atau masalah gusi yang sebenarnya menjadi penyebab utama bau mulut makin parah saat puasa," tutupnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang