Jalur Denpasar-Gilimanuk Macet Horor, Gubernur Bali Wayan Koster Ungkap Penyebabnya

Gubernur Bali Wayan Koster memberikan respons terkait kondisi kemacetan parah atau "macet horor" yang terjadi di jalur utama Denpasar-Gilimanuk selama masa Mudik Lebaran 2026.
Ditemui usai Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Sosial di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (16/3/2026), Koster menjelaskan bahwa lonjakan signifikan wisatawan domestik menjadi pemicu utama kepadatan arus lalu lintas tersebut.
Lonjakan Wisatawan di Luar Prediksi
Berdasarkan data yang dihimpun, arus kendaraan yang masuk ke Pulau Dewata melalui jalur darat mengalami kenaikan tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
“Terdapat kenaikan wisatawan nusantara sebesar 19 persen dibandingkan periode yang sama pada Maret 2025 lalu. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara juga mengalami peningkatan sebesar 6 persen," ujar Koster kepada awak media.
Koster menambahkan bahwa membludaknya jumlah kendaraan pribadi wisatawan domestik semakin diperparah dengan tingginya volume angkutan logistik yang melintas di waktu bersamaan.
Kondisi ini diakui melampaui prediksi awal pemerintah daerah. Puncak arus kendaraan yang semula diperkirakan terjadi pada 17-18 Maret, justru sudah mulai memadat sejak 14-15 Maret 2026.
"Wisatawan domestik yang datang ke Bali meningkat besar sekali, ditambah lagi banyaknya angkutan logistik yang terjebak macet," jelas mantan anggota DPR RI tersebut.
Infrastruktur Jalan Dinilai Tak Memadai
Selain faktor volume kendaraan, Koster menyoroti kendala struktural pada infrastruktur jalan nasional yang menghubungkan Pelabuhan Gilimanuk dengan pusat pariwisata di Denpasar dan Badung.
Menurutnya, topografi jalan yang didominasi tanjakan dan tikungan tajam membuat kendaraan besar seperti truk logistik bergerak lambat, sehingga memicu antrean panjang di belakangnya.
"Kita tidak menyangka akan seramai itu, tapi memang kondisi jalan kita sudah tidak memadai. Dari Gilimanuk menuju Denpasar dan Badung itu padat sekali," kata Koster.
Ia juga mengklarifikasi bahwa pihak ASDP sebenarnya telah melakukan antisipasi dengan menambah armada kapal penyeberangan. Namun, kendala utama tetap berada pada akses jalan darat setelah keluar dari area pelabuhan.
"Jalur Gilimanuk-Denpasar itu banyak tikungan dan tanjakan. Kalau kendaraan logistik sudah lewat, jalannya lambat sekali. Di belakangnya ada bus lagi, jadinya antrean panjang," imbuhnya.
Sebagai langkah cepat, Gubernur Koster telah menginstruksikan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali dan Dirlantas Polda Bali untuk melakukan rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan.
Untuk solusi jangka pendek ke depan, Pemerintah Provinsi Bali tengah mengkaji penerbitan regulasi baru berupa Surat Edaran (SE) untuk mengatur jam operasional kendaraan logistik selama masa puncak liburan.
"Saya sedang mempertimbangkan untuk membuat kebijakan melalui surat edaran guna mengatur pergerakan kendaraan logistik, baik yang masuk maupun yang beroperasi di dalam Bali," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul Macet Parah Jalur Gilimanuk, Disebabkan Karena Arus Mudik Membludak Lebih Awal
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang