Sering Sikat Gigi tapi Mulut Tetap Bau Saat Puasa? Ternyata Ini 4 Penyebabnya

Sering Sikat Gigi tapi Mulut Tetap Bau Saat Puasa? Ternyata Ini 4 Penyebabnya, Urutan Menetralkan Asam Mulut Setelah Berbuka, Waktu Efektif Sikat Gigi dan Penggunaan Mouthwash, Mengapa Mulut Tetap Bau Meski Sudah Sikat Gigi?, Tips Makanan Sahur untuk Napas Segar

Menjaga kesehatan gigi dan mulut menjadi tantangan tersendiri bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Masalah yang paling sering muncul adalah bau mulut (halitosis) serta kondisi rongga mulut yang terasa asam setelah mengonsumsi takjil manis.

Dokter gigi dari Klinik U Smile Banyuwangi, drg. Fajariana Fitriani, menjelaskan bahwa perubahan pola makan saat sahur dan berbuka sangat memengaruhi pH atau tingkat keasaman di dalam mulut.

"Setelah berbuka dengan makanan atau minuman manis, pH mulut menjadi turun sehingga lingkungan menjadi lebih asam," ujar alumnus Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga tersebut saat dihubungi Kompas.com, Selasa (24/2/2026).

Urutan Menetralkan Asam Mulut Setelah Berbuka

Banyak orang langsung menyikat gigi sesaat setelah menyantap makanan manis untuk menghilangkan rasa lengket. Namun, drg. Fajariana justru tidak menyarankan hal tersebut.

Menurutnya, saat kondisi mulut sedang asam, enamel atau lapisan luar gigi sedang dalam kondisi rentan dan lunak. Jika langsung disikat, gigi justru berisiko mengalami abrasi.

Ia membagikan rumus ringkas untuk menetralisir asam di mulut:

Makan/minum manis → Kumur air putih → Tunggu 30 menit → Sikat gigi.

"Jangan langsung menyikat gigi sesaat setelah berbuka. Biarkan saliva (air liur) bekerja menstabilkan pH terlebih dulu. Gunakan pasta gigi berfluoride untuk perlindungan ekstra," tambahnya.

Waktu Efektif Sikat Gigi dan Penggunaan Mouthwash

Sering Sikat Gigi tapi Mulut Tetap Bau Saat Puasa? Ternyata Ini 4 Penyebabnya, Urutan Menetralkan Asam Mulut Setelah Berbuka, Waktu Efektif Sikat Gigi dan Penggunaan Mouthwash, Mengapa Mulut Tetap Bau Meski Sudah Sikat Gigi?, Tips Makanan Sahur untuk Napas Segar

Ilustrasi mouthwash.

Mengenai waktu paling efektif untuk menyikat gigi, drg. Fajariana menyebutkan minimal dilakukan dua kali sehari, yakni setelah sahur dan sebelum tidur malam. Namun, bagi yang ingin hasil optimal, frekuensi sikat gigi dapat ditambah sekali lagi setelah berbuka puasa.

Terkait penggunaan obat kumur (mouthwash) saat berpuasa, ia menyatakan hal tersebut aman dilakukan selama tidak tertelan. Namun, ada beberapa catatan penting:

  • Pilih mouthwash non-alkohol karena alkohol dapat membuat mulut semakin kering.
  • Gunakan secukupnya dan jangan berkumur terlalu lama.
  • Pastikan cairan benar-benar diludahkan seluruhnya.

Mengapa Mulut Tetap Bau Meski Sudah Sikat Gigi?

Banyak orang mengeluhkan bau mulut yang tetap muncul meski sudah menyikat gigi secara rutin. drg. Fajariana menjelaskan ada empat faktor utama penyebabnya:

  1. Penurunan Produksi Saliva: Kurangnya asupan cairan membuat air liur berkurang. Padahal, saliva berfungsi sebagai pembersih alami bakteri.
  2. Kebersihan Lidah yang Kurang: Bakteri anaerob sering berkembang biak di permukaan lidah dan sela gigi, menghasilkan senyawa sulfur pemicu bau.
  3. Metabolisme Keton: Saat tubuh membakar lemak sebagai energi karena tidak ada asupan karbohidrat, dihasilkan zat keton yang memicu bau khas pada napas.
  4. Konsumsi Makanan Tertentu: Makanan tinggi gula, protein, atau yang berbau tajam seperti bawang dan jengkol saat sahur.

Tips Makanan Sahur untuk Napas Segar

Untuk meminimalisir bau mulut, drg. Fajariana menyarankan pemilihan menu sahur yang tepat. Makanan tinggi serat seperti apel, pir, dan timun sangat dianjurkan karena memberikan efek pembersihan alami (self-cleansing) dan merangsang air liur.

"Untuk protein, pilih yang tidak berbau tajam seperti tahu, tempe, telur, atau ayam. Hindari bawang mentah saat sahur. Dan yang terpenting, cukupi kebutuhan air putih agar tubuh tetap terhidrasi," pungkas praktisi dari Klinik U Smile Banyuwangi tersebut.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk rutin melakukan kontrol ke dokter gigi guna memastikan tidak ada karies (gigi berlubang) atau karang gigi yang dapat memperparah masalah bau mulut selama Ramadhan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang