Jabar Masih Diguyur Hujan Jelang Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprediksi sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada April 2026.
Dalam konferensi pers prakiraan awal musim kemarau 2026 di Gedung Multi-Hazard Early Warning System, Jakarta, Rabu (4/3/2026), disebutkan sekitar 16,3 persen wilayah Indonesia mulai mengalami peralihan musim pada April.
Wilayah tersebut mencakup pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, serta beberapa wilayah di Kalimantan, Sulawesi, NTB, dan NTT.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan sejumlah wilayah di Jawa Barat (Jabar) masih diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir.
"Selama sepekan terakhir, masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sebagian wilayah di Jawa Barat termasuk Bandung Raya," ujar Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu alias Ayu dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (29/3/2026).
Penyebab Wilayah Jabar Masih Dilanda Hujan
Ayu mengatakan, hujan yang masih mengguyur wilayah Jabar, khususnya Bandung Raya, dipengaruhi oleh sejumlah faktor atmosfer.
Pertama, suhu muka laut yang hangat di sebagian besar perairan Indonesia dapat memicu tingginya suplai uap air.
Ada pula pola siklonik di Samudra Hindia yang membentuk daerah belokan dan pertemuan angin di atas Pulau Jawa.
Kondisi ini diperkuat oleh aktifnya gelombang atmosfer Kelvin di atas Jabar dan tingginya kelembapan udara pada lapisan 850–500 mb berkisar 30–98 persen.
Faktor lain yang mendukung pertumbuhan awan konvektif adalah tingkat labilitas atmosfer dari kategori ringan hingga kuat.
Faktor-faktor ini secara kolektif memicu pertumbuhan awan konvektif dalam skala lokal di sebagian besar wilayah Jabar.
"Ditinjau dari musim saat ini, sebagian wilayah Jawa Barat bagian utara memasuki masa peralihan dan sebagian besar masih dalam periode musim hujan," jelas Ayu.
Ayu menjelaskan, pada masa peralihan, potensi hujan lebat tetap ada dan dapat disertai angin kencang dalam skala lokal.
Adapun awal musim kemarau di Jabar diperkirakan terjadi secara bertahap mulai April hingga Juni 2026.
Sementara itu, puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026 di sebagian besar wilayah.
Daftar Wilayah yang Dilanda Hujan Lebat
Dalam periode 30 Maret hingga 5 April 2026, sejumlah wilayah di Jabar masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Wilayah tersebut meliputi Kabupaten dan Kota Bogor, Subang, Cianjur, Sukabumi, Bandung, Bandung Barat, hingga Sumedang.
Selain itu, potensi hujan juga terdapat di Indramayu, Majalengka, Kuningan, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Kota Banjar, dan Pangandaran.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat, angin kencang, banjir, dan tanah longsor.
Selain itu, penting untuk mengenali risiko di lingkungan sekitar serta tetap siaga menghadapi perubahan cuaca.
"Memperbaharui informasi cuaca terkini yang dapat diakses melalui aplikasi InfoBMKG," pungkas Ayu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang