Tips Minum Kopi: Waktu Terbaik dan Terburuk Ngopi
Kopi menjadi salah satu minuman yang seolah wajib bagi sebagian orang agar melek dan segar.
Namun, tahukah kamu, waktu minum kopi ternyata bisa memengaruhi manfaatnya bagi tubuh dan pikiran?
Berikut penjelasan ahli gizi tentang kapan waktu terbaik (dan terburuk) untuk menikmati secangkir kopi.
Waktu terbaik minum kopi
Jika kamu biasa menikmati kopi setelah sarapan, selamat, itu waktu yang tepat!
Ahli gizi Michaela Clauss menjelaskan bahwa minum kopi setelah makan pagi membantu tubuh memanfaatkan efek positifnya tanpa menimbulkan lonjakan stres hormon.
“Kopi adalah stimulan metabolik yang kuat, tapi paling baik dikonsumsi setelah makan agar kadar gula darah dan hormon stres tetap seimbang,” kata Clauss.
Untuk menambah manfaat gizi, Clauss menyarankan menambahkan susu atau sumber protein ke dalam kopi agar kandungan nutrisinya lebih lengkap.
Waktu terburuk ngopi
Sebaliknya, waktu paling tidak disarankan untuk minum kopi adalah saat perut kosong.
Menurut Clauss, kopi yang diminum tanpa makanan bisa meningkatkan kadar kortisol dan adrenalin, dua hormon stres yang membuat tubuh mudah lelah dan memperlambat metabolisme jika dilakukan terus-menerus.
Ilustrasi kopi. Minum kopi sambil makan singkong rebus bisa memengaruhi penyerapan zat besi dan pencernaan.
Bagi pencinta kopi manis, minum kopi tanpa makanan juga bisa memicu lonjakan gula darah cepat dan diikuti crash energi (lelah) beberapa jam kemudian.
Solusinya, nikmati kopi bersama camilan ringan yang mengandung protein agar kadar gula darah tetap stabil.
Kapan waktu kesorean untuk ngopi?
Pernah menyesal karena susah tidur setelah minum kopi sore hari? Kamu tidak sendirian.
Clauss menyarankan untuk menghindari kafein 12 jam sebelum waktu tidur, terutama bagi mereka yang mudah sulit tidur.
Artinya, jika biasanya kamu tidur pukul 10 malam, sebaiknya kopi terakhir diminum maksimal pukul 10 pagi.
Caffeine bisa bertahan dalam tubuh hingga 10 jam, jadi waktu jeda ini membantu tubuh bebas dari efek stimulan saat malam tiba.
Namun, jika kamu tidak terlalu sensitif terhadap kafein, kamu masih bisa minum kopi 4–6 jam sebelum tidur. Meski begitu, Clauss tidak menyarankan espresso setelah makan malam.
Sebagai alternatif, nikmati kopi setelah makan siang atau pilih versi decaf (tanpa kafein), meski tetap perlu diingat, kopi tanpa kafein pun masih mengandung sedikit kafein yang dapat memengaruhi kualitas tidur.
Berapa banyak kopi yang aman diminum?
Kabar baiknya, minum kopi dalam jumlah moderat justru bisa menyehatkan.
Penelitian menunjukkan bahwa dua hingga tiga cangkir kopi per hari dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan kematian dini.
Namun, konsumsi lebih dari 400 miligram kafein per hari, setara dengan empat hingga lima cangkir kopi, bisa memicu efek samping seperti jantung berdebar, kecemasan, gangguan tidur, hingga sakit perut.
“Jika kamu mulai merasa gelisah, sulit tidur, atau pusing, itu tanda tubuhmu butuh lebih sedikit kafein,” ujar Clauss.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.