Ingin Tubuh Singset Saat Lebaran? Begini Cara Diet Sehat Selama Ramadhan

Cara ampuh menurunkan berat badan.
Cara ampuh menurunkan berat badan.

Bulan Ramadhan sering dimanfaatkan umat Muslim sebagai momen untuk menurunkan berat badan. Wajar saja, karena selama Ramadan pola dan jam makan memang berubah dibanding hari biasa.

Namun sayangnya, sebagian orang yang ingin diet justru memilih melewatkan sahur. Akibatnya, saat berbuka mereka cenderung makan berlebihan karena terlalu lapar. Bukannya turun, berat badan malah bisa naik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lantas hal apa yang perlu diperhatikan agar berat badan turun saat ramadan? Melansir laman batigoz, Jumat 27 Februari 2026, menurunkan berat badan saat Ramadan sangat mungkin dilakukan dengan pemilihan makanan yang tepat, pengaturan porsi, dan pola hidup yang teratur.

Membuat Rencana Sahur Seimbang

Sahur adalah kunci menjaga kestabilan gula darah sepanjang hari. Kombinasi protein, serat, dan lemak sehat membantu kenyang lebih lama. Telur, yogurt, keju, biji-bijian utuh, dan sayuran bisa menjadi pilihan yang baik.

Berbuka Secara Bertahap

Daripada langsung makan berat, lakukan secara bertahap:

  • Mulai dengan air putih dan sup
  • Beri jeda sebentar
  • Lanjutkan ke menu utama dengan porsi terkontrol

Cara ini membantu pencernaan dan mencegah makan berlebihan.

Kontrol Porsi

Menu makanan saat Ramadan biasanya beragam dan menggoda. Cukup ambil porsi kecil dan hindari mencoba semua hidangan sekaligus agar asupan kalori tetap terjaga.

Perbanyak Protein

Protein membantu menjaga massa otot dan membuat kenyang lebih lama. Daging tanpa lemak, ayam, ikan, kacang-kacangan, dan produk susu bisa menjadi pilihan.

Pilih Makanan Tinggi Serat

Sayuran, salad, dan biji-bijian utuh membantu pencernaan lebih lancar dan mencegah rasa lapar datang tiba-tiba.

Atur Pola Minum

Minum air secara teratur dari berbuka hingga sahur membantu metabolisme tetap bekerja optimal. Dehidrasi bisa menyebabkan lemas dan metabolisme melambat.

Lakukan Olahraga Ringan

Jalan santai 1–2 jam setelah berbuka dapat membantu pembakaran lemak. Pilih aktivitas ringan dibanding olahraga intensitas tinggi.

Dengan kebiasaan yang tepat, Ramadan bisa menjadi kesempatan emas untuk mengontrol berat badan secara sehat dan berkelanjutan.

Apakah Diet Saat Puasa Itu Sehat?

Diet saat puasa bisa tetap sehat asalkan dilakukan dengan benar. Diet bukan berarti makan sangat sedikit, tetapi memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup dan seimbang.

Saat puasa panjang, tubuh cenderung masuk ke mode hemat energi. Jika asupan saat sahur dan berbuka kurang berkualitas, tubuh bisa mudah lelah dan metabolisme melambat. Karena itu, hindari diet ekstrem rendah kalori. Fokuslah pada pola makan seimbang.

Menu sehat saat Ramadan sebaiknya mencakup:

  • Protein yang cukup
  • Makanan tinggi serat
  • Lemak sehat
  • Karbohidrat kompleks
  • Asupan air yang memadai

Diet yang terlalu ketat bisa menyebabkan pusing, lemas, dan sulit berkonsentrasi, terutama bagi pekerja aktif atau penderita kondisi kesehatan tertentu.

Menu Sahur yang Tepat untuk Menurunkan Berat Badan

Sahur adalah waktu makan paling penting bagi yang ingin menurunkan berat badan saat Ramadan. Melewatkannya justru memperlambat metabolisme dan meningkatkan risiko makan berlebihan saat berbuka.

Sahur yang kaya protein seperti telur, yogurt, atau keju, ditambah biji-bijian utuh dan sayuran, membantu menjaga energi sepanjang hari dan mendukung pembakaran lemak. Hindari makanan terlalu asin atau manis agar tidak mudah haus dan lapar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA