Ribuan Anak Desa jadi Sasaran Program Pengembangan Sekolah Ramah Anak

Ribuan Anak Desa jadi Sasaran Program Pengembangan Sekolah Ramah Anak
Ribuan Anak Desa jadi Sasaran Program Pengembangan Sekolah Ramah Anak

 Upaya menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak terus menjadi perhatian berbagai pihak. Salah satunya dilakukan Yayasan Arsitek86 Peduli (ars86care) yang memperkenalkan program baru untuk memperluas pengembangan sekolah ramah anak di sejumlah wilayah pedesaan Indonesia.

Inisiatif tersebut diperkenalkan bertepatan dengan 21 tahun perjalanan yayasan yang selama ini bergerak di bidang pendidikan, anak-anak, dan lingkungan binaan. Melalui program bernama SAPA RUANG atau Space for Safe and Positive Growth, ars86care ingin mengintegrasikan berbagai kegiatan yang selama ini dijalankan secara terpisah menjadi sebuah gerakan yang lebih terpadu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Dewan Penasihat ars86care, Helman Sitohang, mengatakan bahwa lingkungan tempat anak tumbuh memiliki peran penting dalam mendukung proses belajar dan perkembangan mereka.

"Selama lebih dari dua dekade, ars86care meyakini bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, dan belajar di lingkungan yang tidak hanya aman tetapi juga mengasuh dan menginspirasi," ujar Helman dalam keterangan resminya.

Menurut dia, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga mencakup penguatan kualitas pendidikan dan kesadaran lingkungan di masyarakat.

Program tersebut dibangun berdasarkan pengalaman yayasan selama bertahun-tahun mendampingi komunitas di berbagai daerah. Sejak 2012, ars86care telah terlibat dalam pembangunan dan renovasi lebih dari 40 taman kanak-kanak serta pusat pendidikan anak usia dini (PAUD) di sejumlah wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sekolah-sekolah yang dibangun mengedepankan konsep ramah anak, mulai dari aspek keamanan bangunan, sanitasi yang memadai, ruang terbuka hijau, hingga area bermain yang mendukung aktivitas belajar.

Tak hanya membangun fasilitas pendidikan, yayasan juga menjalankan berbagai program pendampingan untuk guru, orang tua, dan masyarakat sekitar. Langkah ini dilakukan agar lingkungan pendidikan yang tercipta mampu memberikan dukungan yang berkelanjutan bagi anak-anak.

Salah satu program yang selama ini dijalankan adalah penyediaan perpustakaan mini dan buku bacaan berkualitas di sekolah-sekolah desa. Program tersebut bertujuan meningkatkan minat baca anak sejak usia dini, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap bahan bacaan.

Selain itu, kegiatan sukarelawan dan program kepedulian lingkungan juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. Berbagai aktivitas seperti kerja bakti, penghijauan, hingga kegiatan kreatif bagi anak-anak dilakukan untuk membangun rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar.

Melalui SAPA RUANG, seluruh program tersebut akan dijalankan secara lebih terintegrasi. Fokus utamanya adalah menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak melalui kombinasi antara infrastruktur pendidikan yang layak, peningkatan kapasitas pendidik, keterlibatan masyarakat, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam beberapa tahun ke depan, program ini akan difokuskan di sejumlah desa di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Ars86care juga menargetkan jumlah sekolah yang didampingi terus bertambah hingga mencapai 50 sekolah pada 2030.

Helman menilai keberhasilan menciptakan lingkungan yang ramah anak membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari masyarakat, sektor swasta, hingga pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"SAPA RUANG merupakan wujud komitmen kami untuk menghadirkan perubahan yang berkelanjutan bagi anak-anak dan masyarakat. Kami berharap dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang," katanya.

Langkah tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana pembangunan pendidikan di tingkat akar rumput tidak hanya berbicara soal gedung sekolah, tetapi juga bagaimana menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung anak-anak untuk berkembang secara optimal.