IHSG Sesi I Merosot, Emiten Bank Besar Dominasi Jajaran Top Gainers
Pergerakan IHSG sepanjang sesi pertama berada dalam kisaran area 8.144 hingga 8.216. Nilai transaksi membukukan nominal Rp 9,05 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,11 juta.
Sektor kesehatan terkoreksi paling besar, yakni 1,30 persen. Tekanan juga berasal dari penurunan sektor industri sebesar 1,15 persen dan sektor bahan baku (basic materials) melemah 0,97 persen.
Di tengah lesunya indeks domestik, sejumlah sektoral tetap perkasa dengan mencatat kenaikan. Sektor infrastruktur naik 0,57 persen, sektor siklikal menguat 0,16 persen dan sektor properti meningkat 0,07 persen.
Seorang pelaku pasar sedang memantau pergerakan IHSG.
Analis Phintraco Sekuritas menilai, secara teknikal histogram MACD bergerak mendatar. Sejalan indikator momentum lainnya turut mengonfirmasi kondisi konsolidatif yang tercermin dari stochastic RSI yang flat di area pivot.
"Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 8.150–8.200 pada sesi kedua perdagangan hari ini," tulis Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Jumat, 31 Oktober 2025.
Phintraco Sekuritas juga melaporkan tiga emiten saham yang berhasil mengisi posisi top gainers. Emiten perbankan berkapitalisasi besar menguasai jajaran puncak, di antaranya:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
Saham BBRI melesat 2,05 persen atau 80 poin ke level 3.990.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
Saham AKRA melonjak 1,66 persen atau 20 poin menjadi 1.225.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Selanjutnya, saham BBCA melambung 0,88 persen atau 75 poin ke area 8.600.