Sempat Anjlok 30 Poin, Rupiah Kembali Ditutup Melemah Nyaris Rp 17.000 Per Dolar AS

Tumpukan uang rupiah dengan berbagai nominal
Tumpukan uang rupiah dengan berbagai nominal

Kurs mata uang rupiah di pasar spot ditutup melemah tipis 1 poin di level Rp 16.956, pada penutupan perdagangan di Selasa sore, 20 Januari 2026. Pada perdagangan di sepanjang hari ini, rupiah terpantau sempat keok hingga ke level 16.985, atau melemah 30 poin dari posisi pembukaan perdagangan di level 16.955 pagi tadi.

Sementara berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup di level Rp 16.981 per Selasa, 20 Januari 2026. Posisi rupiah itu melemah 46 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.935 pada perdagangan Senin, 19 Januari 2026.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, faktor eksternal yang mempengaruhi penguatan dolar AS serta pelemahan rupiah itu antara lain yakni bahwa Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, tetap mempertahankan tuntutannya untuk Greenland.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Namun dalam sebuah wawancara dengan NBC News, Trump tidak mengungkapkan apakah ia akan mengerahkan militer untuk pulau tersebut.

Kekhawatiran akan intervensi militer AS meningkat pada bulan Januari 2026, setelah Washington melancarkan serangan ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro. Trump kini menuju Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, di mana Presiden AS kemungkinan akan bertemu dengan beberapa pemimpin Eropa.

Selama akhir pekan, kekhawatiran akan perang dagang yang diperbarui meningkat setelah Trump mengatakan dia akan mengenakan bea tambahan 10 persen mulai 1 Februari pada barang impor dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris, hingga meningkat menjadi 25 persen pada 1 Juni mendatang jika tidak ada kesepakatan tentang Greenland yang tercapai.

Uni Eropa (UE) dan Inggris pun tampaknya siap untuk membalas. UE dilaporkan sedang mempersiapkan tarif balasan hingga EU€93 miliar untuk barang-barang AS, dan juga mempertimbangkan untuk membatasi akses perusahaan Amerika ke pasar Eropa.

Sementara itu, anggota parlemen Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membekukan ratifikasi kesepakatan perdagangan yang ditandatangani Trump dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen musim panas lalu.

Sementara mengenai prospek penurunan suku bunga, sebagian besar analis memperkirakan The Federal Reserve (The Fed) akan menghentikan pelonggaran moneternya pada pertemuannya akhir bulan ini, karena kondisi pasar tenaga kerja yang stabil.

"Pasar saat ini memperkirakan hanya 5 persen kemungkinan penurunan suku bunga The Fed pada pertemuan kebijakan Januari," ujarnya.