First Lady AS dan Venezuela, Siapa yang Lebih Berpengaruh?

Melania Trump, Cilia Flores
Melania Trump, Cilia Flores

Di tengah memanasnya hubungan Amerika Serikat dan Venezuela, perhatian publik tidak hanya tertuju pada para pemimpin negara, tetapi juga pada sosok perempuan yang berada di lingkaran kekuasaan, yakni First Lady Venezuela, Cilia Flores, dan First Lady Amerika Serikat, Melania Trump.

Keduanya kerap disorot karena latar belakang, peran, serta pengaruh yang berbeda dalam dinamika politik masing-masing negara. Perbandingan keduanya pun menarik perhatian publik internasional, terutama dalam melihat bagaimana posisi First Lady dapat mencerminkan wajah kekuasaan dan budaya politik suatu negara.

Melania Trump dikenal dengan peran yang lebih simbolik dan diplomatis sebagai First Lady Amerika Serikat, sementara Cilia Flores memiliki latar belakang politik yang kuat dan pengaruh langsung dalam pemerintahan Venezuela, sehingga keduanya merepresentasikan dua wajah berbeda dari peran perempuan di pusat kekuasaan negara.

Lantas seperti background dari kedua First Lady tersebut? Mari kita bahas satu persatu.

Latar Belakang Pendidikan

Melansir dari berbagai sumber, Cilia Flores diketahui menempuh Pendidikan Hukum di Universitas Santa Maria di Caracas ibukota Venezuela. Universitas ini diketahui masuk dalam urutan ke-19 universitas terbaik di Venezuela menurut Uniranks 2026. Kampus ini memiliki program unggulan seperti hukum dan kedokteran gigi.

Sementara itu, Melania Trump diketahui sempat menempuh pendidikan desain. Namun dia memilih untuk menyelesaikan pendidikannya lantaran mengejar karir modelling di luar negeri.

Cilia Flores yang memiliki background pendidikan hukum memilih untuk menjadi seorang pengacara. Di tahun 1990an Cilia Flores terlibat dalam gerakan politik sosialis yang terkait dengan Chávez dan aktif berpartisipasi dalam Revolusi Bolivarian’ yang mempromosikan sosialisme di sebagian besar Amerika Latin. Ia memberikan bantuan hukum kepada Hugo Chávez setelah ia dipenjara karena memimpin kudeta militer yang gagal terhadap Presiden Venezuela Carlos Andres Perez  pada tahun 1992. 

Sementara itu, Melania Trump diketahui meninggalkan negaranya Slovenia merantau ke Amerika Serikat pada tahun 1996. Saat itu dirinya pindah ke Amerika Serikat untuk mengejar karir modelingnya. Dirinya diketahui merupakan salah satu model fesyen kenamaan yang sering tampil dalam iklan televisi, majalah fesyen dan papan reklame..

Kekuatan Politik

Cilia Flores diketahui menjadi orang dibalik kemenangan Hugo Chavez dalam pemilihan presiden Venezuela di tahun 1999. Sukses mengatarkan Chavez, Cilia Flores kemudian dipercaya duduk di Majelis Nasional di tahun 2000. Flores juga kembali terpilih sebagai anggota Majelis Nasional pada tahun 2005, dan setahun setelahnya dia menjabat sebagai presiden majelis hingga tahun 2011. Selama periode tersebut, Cilia Flores juga menjabat sebagai wakil presiden kedua dari Partai Sosialis Bersatu Venezuela dari tahun 2009 hingga 2011. Kemudian di tahun 2012 Cilia Flores ditunjuk Hugo Chavez sebagai Jaksa Agung.

Berbeda dengan Cilia Flores yang sangat dekat dengan lingkungan politik sejak muda, Melania Trump lebih aktif dalam komunitas. Di tahun 2005 Melania menjabat sebagai Ketua Kehormatan Martha Graham Dance Company. Melania juga dikethaui pernah menjabat sebagai  Ketua Kehormatan untuk Boys' Club of New York selama lima tahun lamanya. Di tahun 2010 dirinya menjabat sebagai Ketua American Heart Association.

Peran First Lady di Lingkaran Pemerintahan

Pasca menikah dengan Nicolas Maduro di tahun 2013, Cilia Flores diberi kepercayaan menjadi anggota majelis konstituen nasional yang dibentuk di masa pemerintahan suaminya. Badan baru yang kontroversial ini banyak dikritik oleh politisi oposisi Venezuela sebagai upaya untuk mengkonsolidasikan kekuasaan politik Maduro dan menekan Majelis Nasional yang dipimpin oposisi.

Sementara itu, Melania Trump juga ikut andil memerankan tugas sebagai First Lady. Pada masa pemerintahan pertama Donald Trump pada tahun 2017 lalu Melania memfokuskan diri pada berbagai isu yang memengaruhi anak-anak di seluruh negeri. Hingga akhirnya di tahun 2018 Melania mendirikan BE BEST, kampanye kesadaran yang berfokus pada kesejahteraan anak-anak dan menyoroti orang-orang dan program-program yang didedikasikan untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Selain itu, Melania juga pernah mengunjungi pangkalan militer di dalam dan luar negeri, termasuk Irak pada tahun 2018, dan secara teratur melibatkan keluarga militer dalam kegiatan publik. Semasa jabatan pertama suaminya di tahun 2017-2021, Melania juga sempat  ostering the Future, sebuah inisiatif BE BEST, yang menyediakan beasiswa tingkat perguruan tinggi bagi mereka yang keluar dari sistem perawatan anak asuh. Dana beasiswa tersebut berasal dari sebagian pendapatan yang dihasilkan dari platform Web 2 dan Web 3 miliknya.